a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan: Keberhasilan Hilirisasi Perkebunan Dimulai dari Benih Unggul

Mentan: Keberhasilan Hilirisasi Perkebunan Dimulai dari Benih Unggul (dok Kementan)

Mentan: Keberhasilan Hilirisasi Perkebunan Dimulai dari Benih Unggul

1 September 2025
2
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.om – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kunci keberhasilan hilirisasi perkebunan dimulai dari ketersediaan benih unggul yang bermutu.

“Presiden memberi arahan jelas bahwa petani harus sejahtera, dan untuk itu kita pastikan benih tersedia, pupuk terjamin, hingga akses permodalan bisa mudah,” ungkap Mentan Amran, dikutip Minggu (31/8/2025).

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menggelar Sosialisasi Revisi Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) terkait pedoman produksi, sertifikasi, peredaran, dan pengawasan benih kakao, kopi, dan kelapa di kampus Instiper Yogyakarta, Kamis (28/8).

Adapun regulasi yang disosialisasikan meliputi tiga aturan terbaru, yaitu Kepmentan No 49/2025 untuk benih kakao, Kepmentan No 50/2025 untuk benih kopi, dan Kepmentan No 59/2025 untuk benih kelapa.

Menurut Amran, revisi regulasi ini adalah langkah konkret agar Indonesia tidak hanya kuat di hulu, tapi juga tangguh di hilir.

“Sekaligus memperkuat posisi kita sebagai eksportir utama kakao, kopi, dan kelapa dunia,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Plt. Dirjen Perkebunan, Kementan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa revisi Kepmentan ini juga menyesuaikan dengan perkembangan teknologi perbenihan dan kebutuhan industri.

“Benih adalah fondasi dari produktivitas. Dengan regulasi yang lebih adaptif, kita berharap distribusi benih unggul bisa lebih cepat dan merata ke daerah,” jelas Roni.

Dengan begitu, lanjut Roni, program hilirisasi perkebunan akan berjalan lebih efektif serta mampu memberikan nilai tambah dan daya saing yang lebih besar bagi petani.

Direktur Perbenihan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementan, Ebi Rulianti, menambahkan bahwa revisi regulasi dilakukan untuk menjawab tantangan penyediaan benih perkebunan unggul dengan jumlah besar dalam waktu yang cepat.

“Kami berharap, revisi Kepmentan kakao, kopi, dan kelapa ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memproduksi benih unggul sehingga target hilirisasi dapat tercapai,” ujar Ebi.

Dengan benih yang lebih terjamin, Ebi berharap, Indonesia semakin kuat sebagai produsen sekaligus pengekspor utama produk perkebunan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani. (sat)

Tags: benih kakaobenih kelapabenih kopiDitjen PerkebunanHilirisasi perkebunanMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Comments 2

  1. Ping-balik: Nursery Batang Pastikan Ketersedian Benih Kelapa Bermutu - perkebunanindonesia.com
  2. Ping-balik: Kementan Terus Perkuat Hilirasasi Perkebunan Termasuk Jawa Tengah - perkebunanindonesia.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Karet ke Belarus

Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Karet ke Belarus

16 Mei 2026
Wamenperin Sebut Cukai Tembakau 2024 Rp216,9 triliun

Wamenperin Sebut Cukai Tembakau 2024 Rp216,9 triliun

29 September 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.