PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berkomitmen untuk turut serta memaksimalkan potensi-potensi desa yang ada di Kabupaten Garut, termasuk desa wisata teh.
“Tadi ada desa cabai, desa sereh, desa bawang ada desa jagung dan lain sebagainya. Inti pokoknya kalau desa kita kelola dengan baik maka kesejahteraan akan muncul, di situlah kita akan tekan Angka kemiskinan terutama yang masuk dalam desil 1 sampai desil 5,” ujar Mendes Yandri, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Menurut Mendes Yandri, potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Garut dan desa-desa tematik akan diarahkan menjadi desa ekspor.
Lebih lanjut Mendes Yandri mengatakan, dengan dimaksimalkannya potensi-potensi desa yang ada di Kabupaten Garut akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sehingga angka kemiskinan juga otomatis akan mengalami penurunan.
“Dan tadi kami sudah bicarakan Insya Allah desa-desa di Garut menjadi prioritas program dari Kemendes dan kami akan hadir di Garut. Insya Allah Garut akan menjadi luar biasa dan membanggakan kita semua,” sambung Mendes Yandri.
Dalam pertemuan tersebut di kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (12/5/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Garut, mulai dari angka kemiskinan yang tinggi hingga pendidikan yang masih rendah.
Bupati Abdusy menyebutkan, kabupaten dengan jumlah penduduk mencapai 2,8 juta tersebut mempunyai angka kemiskinan yang sangat tinggi, kategori desil 1-5 di Kabupaten Garut mencapai 1,6 juta penduduk, sementara untuk angka pendidikan dengan rata-rata sekolah baru mencapai 7,86 tahun.
Untuk itu, lanjut Bupati Garut, pihaknya akan memaksimalkan potensi-potensi desa yang ada di desa Kabupaten Garut, baik melalui desa tematik, desa wisata dan sebagainya.
Hal ini, kata Bupati Abdusy, sebagai upaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada menurunnya angka kemiskinan dan meningkatkannya angka pendidikan di Kabupaten Garut.
“Potensi di sektor pertanian ada Cabai, Jagung dan sebagainya. Sementara potensi wisata ada perkebunan teh yang akan kita dorong untuk jadi desa-desa wisata,” ungkap Abdusy Syakur. (har)




