Perkebunanindonesia.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional III terapkan transformasi sistem manajemen perkebunan berbasis data, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap mengungkapkan, langkah ini sejalan dengan target besar perusahaan yang ditunjuk sebagai pilot project menuju capaian produktivitas crude palm oil (CPO) sebesar 7 ton per hektare per tahun.
“Untuk mencapai target tersebut, kami terus melakukan beragam pendekatan, termasuk memanfaatkan data berbasis statistik guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan pupuk di on-farm,” jelas Gusmar dikutip Senin (29/9/2025).
Transformasi Sub Holding PTPN IV PalmCo ini diawali dengan pelatihan bagi puluhan planters di lingkungan PTPN IV Regional III.
Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Politeknik Kampar sebagai pemateri, sekaligus memberikan pembekalan pemanfaatan aplikasi digital yang bermanfaat untuk mempertajam prediksi produksi di masa mendatang.
“Kami tidak lagi mengandalkan pendekatan konvensional,” ujar Gusmar.
Setiap keputusan operasional, terutama pemupukan, kata Gusmar, harus didukung oleh analisis data yang tepat.
Pelatihan yang dipandu Afdhal, S.TP, M.Si, akademisi Politeknik Kampar, berfokus pada penguasaan tools statistik untuk menganalisis kondisi tanah, tanaman, serta lingkungan.
Data tersebut kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi teknis yang efisien dan berdaya guna.
Menurut Gusmar, pendekatan berbasis data memungkinkan entitas melakukan perawatan dan pemupukan yang lebih terukur.
Dengan demikian, pemborosan dapat ditekan, kebutuhan tanaman lebih presisi, dan produktivitas lahan semakin optimal.
“Dengan data, kami bisa memprediksi kebutuhan tanaman, mengurangi pemborosan, dan akhirnya meningkatkan produktivitas,” jelas Gusmar.
Gusmar juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas dan kemampuan karyawan menjadi faktor kunci dalam mendukung program pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan dan energi nasional.
Regional III, tambah Gusmar, ditunjuk sebagai proyek percontohan untuk target 7 ton CPO per hektare.
“Ini bukan hanya angka, tetapi bukti komitmen kami dalam menerapkan praktik perkebunan yang modern dan berkelanjutan,” kata Gusmar. (har)




