PERKEBUNAN INDONESIA – PTPN IV Regional III memperkuat petugas yang menjaga areal kebun dari teror pembakaran dan pencurian tandan buah segar (TBS).
“Perusahaan hadir dan mendukung penuh karyawan yang berani bersikap benar,” tegas Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedi Akbar dalam keterangannya dikutip Selasa (20/1/2026).
Achmedi menegaskan, perusahaan tidak akan membiarkan karyawan yang menjalankan tugas sesuai aturan menjadi korban intimidasi.
PTPN IV Regional III, lanjut Achmedi, berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan bagi petugas di lapangan.
Peristiwa teror pembakaran tersebut terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025 dini hari. Rumah dinas yang ditempati Sendi mengalami kebakaran pada bagian dinding dan dapur tambahan, sementara satu unit mobil pribadi miliknya hangus terbakar dan tidak dapat digunakan kembali.
Manajemen menduga aksi teror ini berkaitan erat dengan aktivitas korban bersama asisten afdeling yang secara intens melakukan pengamanan produksi
Dalam kurun satu pekan sebelum kejadian, tercatat delapan kali upaya pencurian berhasil digagalkan dengan barang bukti sekitar 800 kilogram TBS.
Sejumlah penggagalan tersebut sempat memicu ketegangan dengan beberapa oknum luar dan tenaga pemborong yang bermukim di sekitar afdeling. Bahkan, sempat terjadi adu mulut hingga perlawanan terhadap petugas kebun.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya unsur intimidasi yang berujung pada aksi teror pembakaran.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tapung dan kini masih dalam proses penelusuran aparat penegak hukum. PTPN IV Regional III menyatakan akan mengawal proses hukum tersebut hingga tuntas.
Manajeman menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada Sendi Water Purba, Mandor I Afdeling V Kebun Terantam, yang menjadi korban teror pembakaran rumah dinas dan kendaraan pribadi.
Insiden tersebut diduga kuat berkaitan dengan ketegasan korban dalam menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar (TBS) di areal kebun.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan perusahaan kepada karyawan yang dinilai telah menjalankan tugas menjaga aset negara dengan penuh tanggung jawab.
“Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian materiil dan moril yang dialami,” ujar Achmedi.
Achmedi juga memberikan apresiasi atas keberanian Sendi yang tetap konsisten menjalankan SOP perusahaan meski menghadapi tekanan.
Menurut Achmedi, sikap tersebut mencerminkan integritas tinggi dalam menjaga aset strategis negara. “Semoga keberanian Saudara Sendi menjadi teladan bagi karyawan lain,” ujarnya.
Achmedi mengatakan, menjaga aset negara adalah tanggung jawab bersama, dan perusahaan akan berdiri di garda terdepan melindungi mereka.
Sementara itu, GM Distrik Barat Sugianto menyebut peristiwa ini sebagai bahan evaluasi penting bagi sistem pengamanan kebun.
Ke depan, sinergi dengan aparat penegak hukum serta penguatan patroli internal akan ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.
Manajemen juga berencana melakukan pendataan ulang terhadap pihak luar yang bermukim di sekitar afdeling guna meminimalkan potensi konflik. Langkah preventif dan deteksi dini pun menjadi prioritas ke depan. (har)




