PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah memastikan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah petani sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg) tetap akan diimplementasikan untuk penyerapan setara beras sepanjang tahun 2026 ini.
“Tetap. kita jaga HPP di Rp 6.500 untuk gabah. Jadi insya Allah petani terjaga,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Adapun HPP gabah Rp 6.500 per kg telah termaktub dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029. Ketentuannya gabah dengan segala kualitas dan telah memasuki usia panen di tingkat petani.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata harga pembelian gabah sepanjang tahun 2025, tidak pernah di bawah Rp 6.500 per kg. BPS mencatat harga paling rendah terjadi di April 2025 dengan rerata Rp 6.712 per kg.
Indeks harga yang diterima petani padi pun dalam data historis BPS selalu berada di atas 140 poin sejak Juli 2025 sampai saat ini. Indeks terbaru pada Maret 2026 berada di 144,52, yang masih lebih tinggi dibandingkan Maret tahun lalu yang berada di 137,94.
Direktur Utama Perum Budan Urusan Logistik (Bulog) Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan capaian realisasi serapan setara beras telah mencapai hampir separuh dari target nasional. Bahkan membuat prediksi total stok beras Bulog bakal tembus 5 juta ton dalam waktu tidak lama lagi.
“Capaian serapan Bulog sampai tanggal 13 April 2026 mencapai sekitar 48,7 persen, yang mana 48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras untuk serapan bulan April tanggal 13 ini,” jelas Ramdhani.
Apabila realisasi serapan setara beras dilakukan komparasi terhadap realisasi Januari-April tahun sebelumnya, realisasi serapan di tahun ini yang 1,9 juta ton telah melebihi 6,5 persen dari capaian sebelumnya. Adapun realisasi serapan Januari-April 2025 tercatat total mencapai 1,7 juta ton.
“Sedangkan untuk stok beras Bulog sampai tanggal 13 April 2026 ini adalah sebesar 4,727 juta ton. Nah ini Prediksi kami dalam waktu dekat. Prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton Stok beras bulog yang ada di gudang Bulog,” tambah Dirut Rizal. (far)




