a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Siapkan Anggaran untuk Perkuat Hilirisasi Perkebunan

Kementan Siapkan Anggaran untuk Perkuat Hilirisasi Perkebunan

4 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran untuk hilirsasi perkebunan. Penguatan sejumlah komoditas utama pada 2027 untuk mempertahankan capaian swasembada sekaligus menuntaskan komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan strategi pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap agar anggaran dan program dapat difokuskan pada target yang jelas.

Setelah delapan komoditas strategis berhasil mencapai swasembada, pemerintah akan menjaga capaian tersebut sembari mengarahkan perhatian pada komoditas yang masih membutuhkan penguatan, termasuk bawang putih.

“Ini tidak bisa sekaligus. Jadi kita selesaikan satu-satu, nggak bisa sekaligus. Karena kalau kita anggaran ini dibagi rata itu biasanya tidak ada yang jadi,” kata Mentan Amran usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Dari pagu anggaran Rp28,02 triliun yang disetujui Komisi IV DPR RI, sekitar Rp16,6 triliun dirancang untuk penguatan padi, komoditas larangan dan pembatasan (lartas), hortikultura, serta hilirisasi perkebunan dan peternakan.

Rancangan kegiatan 2027 memberikan perhatian besar pada hilirisasi perkebunan. Hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbesar nilai tambah yang dinikmati pekebun.

Kementan mengalokasikan anggaran hilirisasi perkebunan sekitar Rp2,3 triliun untuk pengembangan kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu.

Kementan juga mengusulkan tambahan anggaran Rp5 triliun pada 2027. Tambahan tersebut akan difokuskan untuk pengembangan komoditas strategis perkebunan, meliputi kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete, serta dukungan traktor untuk pengembangan komoditas tebu.

Usulan tambahan tersebut menjadi bagian dari percepatan hilirisasi dan peningkatan produksi perkebunan. Pemerintah mendorong agar pengembangan komoditas tidak berhenti pada peningkatan luas dan produksi, tetapi berlanjut hingga penciptaan nilai tambah dan peningkatan pendapatan pekebun.

Dalam Rapat Kerja tersebut, Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp28,02 triliun serta usulan tambahan anggaran Rp5 triliun untuk selanjutnya disampaikan kepada Badan Anggaran DPR RI untuk disinkronisasi.

Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memastikan capaian swasembada tidak bersifat sementara. Dengan produksi delapan komoditas strategis yang telah swasembada, Kementan akan menjaga momentum produksi sekaligus memperluas fokus menuju komoditas yang belum sepenuhnya mandiri.

Agenda pertanian 2027 diarahkan tidak sekadar memperbesar produksi, tetapi membangun swasembada yang berkelanjutan sekaligus menjaga nilai ekonomi hasil pertanian bagi petani dan pekebun.

Delapan komoditas strategis yang telah mencapai swasembada tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Secara agregat, produksi delapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Kementan untuk mempertahankan swasembada yang telah diraih sekaligus memperluas kemandirian pada komoditas lainnya.

Karena itu, anggaran 2027 dirancang dengan prioritas yang lebih terarah, baik untuk menjaga produksi komoditas yang sudah surplus maupun mempercepat peningkatan produksi komoditas yang masih membutuhkan pasokan dari luar negeri. (sat)

Tags: Hilirisasi perkebunanKementan

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PT RPN Didukung BPDP dan Ditjenbun Latih Pekebun dari Labura Tingkatkan Kompetensi Budidaya

PT RPN Didukung BPDP dan Ditjenbun Latih Pekebun dari Tanah Bumbu Tingkatkan Kompetensi Budidaya

23 Mei 2025
Pemerintah Lakukan Percepatan Swasembada Gula Nasional

Pemerintah Lakukan Percepatan Swasembada Gula Nasional

21 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.