a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Siapkan Anggaran Rp 9 Triliun untuk Petani Tebu

Kementan Siapkan Anggaran Rp 9 Triliun untuk Petani Tebu

24 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan dukungan anggaran Rp 9 triliun bagi petani tebu untuk percepatan mewujudkan swasembada gula dalam dua tahun.

Kementan menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029.

“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip Kamis (23/7/2026).

Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Mentan Amran.

Kementan bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyiapkan sejumlah program percepatan, antara lain pembongkaran ratoon pada sekitar 298 ribu hektare lahan tebu.

Selain itu juga pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi peningkat rendemen.

Menurut Mentan Amran, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah tidak produktif menjadi langkah strategis untuk mendongkrak hasil panen tebu nasional.

Kementan, kata Amran, akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati usia produktif.

Selain peningkatan produksi di tingkat kebun, tata kelola industri gula juga akan diperkuat dari hulu hingga hilir.

Di antaranya melalui penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung program transisi energi nasional.

Mentan Amran mengatakan Indonesia masih memiliki potensi pengembangan lahan tebu yang sangat besar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku.

Menurut Amran, potensi tersebut akan dioptimalkan untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi gula nasional.

Mentan Amran turut menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam melindungi kepentingan petani. Setiap laporan mengenai penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah dipastikan akan ditindaklanjuti secara tegas.

“Kalau ada yang mempermainkan hak dan kepentingan petani, tentu akan kami tindak. Program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kalau mempermainkan nasib petani, akan berhadapan langsung dengan Menteri Pertanian,”  tegas Amran. (sat)

Tags: Kementanswasembada gulaTebu

Related Posts

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Rencana pemerintah terkait perluasan kawasan tebu, jagung dan ubi seluas dua juta hektare untuk bahan...

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan tebu dari hulu guna memastikan ketersediaan bahan baku bioetanol nasional...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Amran Dorong Nilai Ekspor Kopi Tembus Rp100 Triliun

Mentan Amran Dorong Nilai Ekspor Kopi Tembus Rp100 Triliun

15 Juli 2026
BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.