PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan dukungan anggaran Rp 9 triliun bagi petani tebu untuk percepatan mewujudkan swasembada gula dalam dua tahun.
Kementan menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029.
“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip Kamis (23/7/2026).
Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Mentan Amran.
Kementan bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyiapkan sejumlah program percepatan, antara lain pembongkaran ratoon pada sekitar 298 ribu hektare lahan tebu.
Selain itu juga pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi peningkat rendemen.
Menurut Mentan Amran, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah tidak produktif menjadi langkah strategis untuk mendongkrak hasil panen tebu nasional.
Kementan, kata Amran, akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati usia produktif.
Selain peningkatan produksi di tingkat kebun, tata kelola industri gula juga akan diperkuat dari hulu hingga hilir.
Di antaranya melalui penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung program transisi energi nasional.
Mentan Amran mengatakan Indonesia masih memiliki potensi pengembangan lahan tebu yang sangat besar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku.
Menurut Amran, potensi tersebut akan dioptimalkan untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi gula nasional.
Mentan Amran turut menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam melindungi kepentingan petani. Setiap laporan mengenai penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah dipastikan akan ditindaklanjuti secara tegas.
“Kalau ada yang mempermainkan hak dan kepentingan petani, tentu akan kami tindak. Program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kalau mempermainkan nasib petani, akan berhadapan langsung dengan Menteri Pertanian,” tegas Amran. (sat)




