a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
KAI Terapkan Penggunaan B50 Bertahap Perkuat Transisi

KAI Terapkan Penggunaan B50 Bertahap Perkuat Transisi

18 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada sarana diesel sejak 1 Juli 2026.

Penerapan tersebut mencakup lokomotif dan kereta pembangkit setelah melalui rangkaian pengujian teknis, pemantauan komponen, serta penguatan aspek keselamatan dan keandalan operasional.

“Setiap tahap kami persiapkan melalui pengujian teknis dan evaluasi operasional agar transisi energi tetap berjalan selaras dengan keselamatan perjalanan serta keandalan sarana,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dikutip Jumat (17/7/2026).

Lebih lanjut Anne mengatakan, penerapan B50 merupakan bentuk dukungan KAI terhadap kebijakan pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri.

B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen bahan bakar solar. Peningkatan bauran biodiesel memperbesar pemanfaatan energi terbarukan domestik, mengurangi kebutuhan solar berbasis fosil, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Dari sisi lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan implementasi B50 secara nasional dapat mendukung penurunan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi melalui penerapan B40 yang mencapai 39,66 juta ton.

Kesiapan pada sektor perkeretaapian dibangun melalui uji penggunaan B50 pada mesin diesel kereta pembangkit dan lokomotif. Pengujian mencakup performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas pembakaran, emisi, kondisi filter, pelumas, serta komponen pada sistem bahan bakar.

Uji pada kereta pembangkit dilakukan untuk memastikan genset mampu menjaga pasokan listrik selama perjalanan. Sementara itu, pengujian lokomotif diarahkan untuk melihat respons mesin terhadap karakteristik operasi kereta api dengan beban dan waktu pengoperasian yang beragam.

“Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan bakar, kondisi mesin, filter, hingga pola perawatan. Evaluasi akan terus dilaksanakan agar penerapan B50 dapat mendukung operasional kereta api secara aman, andal, dan terukur,” kata Anne.

Pengalaman KAI menggunakan biodiesel pada tahapan sebelumnya, mulai dari B35 hingga B40, turut menjadi referensi dalam memasuki penerapan B50.

Setiap peningkatan kadar biodiesel diikuti dengan penyesuaian prosedur pemeriksaan, pemeliharaan, pengelolaan bahan bakar, serta kompetensi pekerja yang menangani sarana diesel.

Sejalan dengan penerapan energi yang lebih berkelanjutan pada sarana, KAI juga memperkuat kontribusinya dalam menjaga distribusi energi nasional melalui layanan logistik berbasis kereta api.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI melayani distribusi sebanyak 1.338.180 ton BBM, meningkat 4,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.278.621 ton. Komoditas tersebut mencakup beragam jenis bahan bakar yang dibutuhkan masyarakat dan sektor strategis nasional. (gar)

Tags: B50PT KAI

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

GAPKI Gelar IPOC 2026 Perkuat Peran Sawit

GAPKI Gelar IPOC 2026 Perkuat Peran Sawit

9 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar The 22nd Indonesian Palm Oil Conference and...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Hulu-Hilir untuk Keberlanjutan Kelapa Sawit

Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Hulu-Hilir untuk Keberlanjutan Kelapa Sawit

4 Juni 2025
Kementrans Siap Kelola Kebun Sawit Bersama Agrinas Palma

Kementrans Siap Kelola Kebun Sawit Bersama Agrinas Palma

8 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.