PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap bekerjasama dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam pengelolaan kebun sawit yang dimilikinya.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyambut baik keinginan untuk melakukan kerja sama. Dikatakan Kementrans tidak bisa sendiri dalam merealisasikan program-program kerjanya.
Viva Yoga mengatakan, bagi Kementrans pengelolaan kebun sawit bukan hal baru. Kawasan-kawasan transmigrasi yang ada di Sumatera mayoritas mengelola komoditas sawit.
Lebih lanjut Wamentrans menuturkan, beberapa waktu yang lalu dirinya mengunjungi Kawasan transmigrasi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang mayoritas warganya merupakan petani sawit.
Menurut Viva Yoga, penempatan transmigran sejak tahun 1985 itu mampu mensejahterakan warga di sana.
“Dengan kepemilikan lahan dari seorang transmigran yang mencapai 8 Ha, ia bisa mendapat penghasilan per bulan sebesar Rpm15 juta per 2 hektare,” ungkap Viva Yoga dikutip Sabtu (6/6/2026).
Sebelumnya, kata Wamentrans, lahan sawit itu dimiliki transmigran menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta dengaan sistem inti plasma (PIR).
Selepas kerja sama selesai, lahan itu dikelola transmigran secara mandiri. “Lahan dan kelapa sawit yang di sana sudah menjadi miliknya,” kata Viva Yoga.
Wamentrans mengatakan, pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.
Saat ini, lanjut Wamentrans, program transmigrasi bersifat bottom up. usulan dari bawah. Transmigrasi saat ini orientasinya pada kesejahteraan masyarakat. Untuk itu masyarakat lokal bisa diberdayakan dengan Trans Lok atau transmigrasi lokal.
Transmigrasi bisa terlaksana bila bupati mengajukan proposal bahwa kabupatennya ingin mendatangkan transmigran. “Ada 61 proposal dari para bupati untuk mengajukan pembukaan kawasan baru transmigrasi”, ujarnya.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mayjen (Purn) TNI Cucu Somantri mengakui kehadiran ke Kantor Kementrans), Kalibata, Jakarta, untuk mengajak kerja sama pengelolaah kebun sawit.
Lingkup kerja sama meliputi pengelolaan secara bersama kebun sawit yang dimiliki PT Agrinas mencapai 2,3 juta Ha tersebar dari Provinsi Aceh hingga Papua Selatan.
Dalam kerja sama, PT Agrinas menyediakan lahan kebun sawit, sedangkan Kementrans menyediakan sumber tenaganya (transmigran). “Inti dari kerja sama adalah menciptakan kesejahetraan masyarakat,” ujar Cucu.
Lahan-lahan kebun sawit yang dimiliki oleh PT Agrinas yang tersebar, di antaranya di Papua Selatan, bisa dikelola olah warga asli di sana.
“Lahan sawit seluas 78.850,56 hektare di Papua Selatan bisa dikerjasamakan dengan Trans Lok,” ungkap Cucu. (fad)




