a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Ketua Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI)

Ketua Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid

Indonesia Miliki Fondasi Kuat Kembangkan Obat Herbal Modern

25 November 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA — Indonesia telah memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan obat herbal modern. Ribuan tumbuhan sudah dimanfaatkan sejak zaman nenek moyang.

“Kita juga sudah punya farmakope herbal untuk standarisasi produk. Ini menunjukkan kita punya pengetahuan dan sistem yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ungkap Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania.

Pertumbuhan industri herbal di Indonesia berjalan cepat, dari usaha kecil hingga industri besar. Namun, menurut dr. Inggrid, masih ada tantangan besar pada standarisasi.

“Produk herbal harus memenuhi tiga aspek: autentisitas, kemurnian, dan mutu. Tanpa itu, produk sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas dr. Inggrid.

Menurut Inggrid, ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi kunci. Ekosistem yang dimaksud dimulai dari pembenihan dan budidaya tanaman obat, proses pascapanen, ekstraksi, hingga riset dan produksi.

Sistem ini memastikan traceability bahan baku sekaligus menjaga keberlanjutan (sustainability) industri. “Mayoritas industri herbal di Indonesia belum memiliki ekosistem penuh. Ini yang perlu diperkuat agar daya saing global meningkat,” ujar dr. Inggrid.

Dengan pengetahuan lokal turun temurun yang disempurnakan melalui penelitian ilmiah serta pembentukan ekosistem yang memadai, Indonesia bisa jadi pemain kunci dalam pengembangan obat herbal modern di dunia.

Salah satu herba unggulan Indonesia adalah jahe merah, yang sejak lama digunakan oleh berbagai suku untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan vitalitas.

Penelitian modern membuktikan manfaatnya: kandungan gingerol, shogaol, dan zingerone membuat jahe merah bersifat antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan antidiabetes.

Studi internasional juga menunjukkan potensinya untuk meredakan arthritis dan membantu mengontrol kadar gula darah.

WHO–International Regulatory Cooperation for Herbal Medicines (IRCH) tengah menyusun farmakope herbal internasional yang melibatkan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan WHO–IRCH ke-16, sekaligus memamerkan kemajuan riset dan industri herbalnya, salah satunya terkait jahe merah yang dikembangkan PT Bintang Toedjoe.

“Kunjungan WHO–IRCH ke industri yang memanfaatkan jahe merah ini menjadi benchmark dan masukan penting untuk penyusunan farmakope internasional,” kata dr. Inggrid.

PT Bintang Toedjoe telah tersertifikasi CPOTB oleh BPOM serta ISO 9001, 14001, dan 45001, menandai komitmen industri terhadap kualitas dan keberlanjutan.

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Fanny Kurniati menegaskan, komitmen perusahaannya terhadap standar nasional dan internasional.

“Kami bangga jahe merah Indonesia diakui dunia. Dari kebun binaan sampai laboratorium berteknologi tinggi, semangat From Nature to Science selalu kami pegang untuk memastikan keamanan dan khasiat produk kami,” ujar Fanny. (yer)

Tags: jahe merahobat herbalPT Bintang ToedjoeWHO

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

CPO Masih Sumbang Suplus Neraca Perdagangan

CPO Masih Sumbang Suplus Neraca Perdagangan

4 Juli 2025
Indonesia – Belarus Perkuat Kemitraan Sektor Industri, Termasuk Sawit

Indonesia – Belarus Perkuat Kemitraan Sektor Industri, Termasuk Sawit

7 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.