PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) biji kakao untuk periode Mei 2026 sebesar USD 3.268,68 per MT atau meningkat 2,45 persen atau sebesar USD 78,05 dari periode sebelumnya.
Kenaikan harga referensi biji kakao ini juga berdampak pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Mei 2026 naik menjadi USD 2.963 per MT, naik USD 77 atau 2,66 persen dari periode sebelumnya.
“HR dan HPE biji kakao naik karena adanya peningkatan permintaan yang tidak diikuti oleh peningkatan produksi,” ungakp Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (1/5/2026).
Selain itu, lanjut Tommy, juga menilihat adanya kekhawatiran kekurangan suplai ikut memicu kenaikan HR dan HPE biji kakao yang membuat harga biji kakao periode Mei terongkrak.
Penetapan BK Biji Kakao periode Mei 2026 merujuk pada “Kolom Angka 3 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025”, yakni sebesar 5 persen. Sementara itu, PE Biji Kakao periode tersebut merujuk pada “Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo. PMK Nomor 9 Tahun 2026”, yakni sebesar 5 persen.
Dalam beberapa periode sebelumnya, harga biji kakao di pasar global tertekan akibat membanjirnya pasokan dari negara produsen utama kakao seperti Pantai Gading dan Ghana.
Data Sistem Informasi Pasar Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, menyebutkan harga biji kakao non fermentasi periode Maret – April naik di hampir semua sentra utama produsen kakao di Indonesia.
Di Kabupetan Pidie (Aceh), misalnya, pada Maret 2026 harga biji kakao di tingkat produsen sebesar Rp30.190 per kilogram (kg), sedangkan pada penjualan April 2026 mencapai Rp35.500/kg. Demikian juga di Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara), pada Maret harga biji kakao tercatat Rp30.770/kg, sementara pada April sebesar Rp36.667/kg.
Kenaikan harga biji kakao juga terjadi di Kebupaten Tanggamus (Lampung). Pada Maret 2026 harga biji kakao di tingkat produsen mencapai Rp40.000/kg, sementara pada April menjadi Rp43.000/kg. Di Kabupaten Tabanan harga biji kakao pada Maret sebesar Rp32.475/kg dan naik menjadi Rp38.225/kg.
Hal serupa juga di Kabupaten Ngada (NTT). Harga biji kakao non fermentasi di tingkat produsen pada Maret tercatat Rp25.000/kg, namun pada April mencapai Rp42.480/kg. Di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) harga biji kakao pada perdagangan Maret mencapai Rp34.995/kg dan naik menjadi Rp42.000/kg pada April 2026.
Demkian juga di Kabupaten Mamuju Tengah (Sulawesi Barat). Pada Maret 2026 harga biji kakao di tingkat produsen tercatat Rp19.000/kg, namun pada April menjadi Rp22.000/kg. (fad)




