a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Cargill Dukung Pengadaan Kakao Bersertifikat di Indonesia

Cargill Dukung Pengadaan Kakao Bersertifikat di Indonesia

26 April 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Cargill mendukung pengadaan kakao bersertifikat di Indonesia dengan menyalurkan sekitar Rp38,8 miliar dalam bentuk premi kepada lebih dari 7.800 petani yang berpartisipasi dalam program sertifikasi Rainforest Alliance, menandai pengembangan berkesinambungan dari program pengadaan kakao di Indonesia.

“Memberikan dukungan kepada petani sangat penting dalam membangun rantai pasok kakao yang tangguh dan transparan,” ungkap Director, Sustainability, Food APAC, Cargill Brook Chang dalam keterangannya dikutip Sabtu (25/4/2026).

Lebih lanjut Brook mengatakan, melalui investasi pada pelatihan, sertifikasi, serta pembayaran premi yang terkait dengan standar keberlanjutan terverifikasi, Cargil dapat membantu petani untuk meningkatkan pendapatan dan produktivitas, sekaligus memperkuat keterlacakan dan keandalan pasokan bagi pelanggan dan mitra.

Biji kakao bersertifikat ini menjadi bagian dari rantai pasok kakao global Cargill, yang mendukung berbagai pelanggan di sektor makanan dan minuman.

Penyaluran premi ini dilakukan melalui kegiatan Farmer Field Days yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pembelajaran langsung, serta apresiasi bagi petani berprestasi. Di Sulawesi Tengah, kegiatan ini diselenggarakan di Poso dan dihadiri oleh sekitar 1.000 petani.

“Melalui pelatihan dan dukungan yang kami terima, kami belajar bagaimana mengelola kebun dengan lebih baik, mulai dari penggunaan bibit berkualitas hingga penerapan teknik budidaya yang lebih tepat,” Ferdy Wongkar, pedagang kakao sekaligus pemegang sertifikat Rainforest Alliance.

Hal ini, kata Ferdy, membantu petani meningkatkan hasil panen dan kualitas kakao. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan persyaratan pasar yang lebih jelas, petani menjadi lebih percaya diri dalam menjaga kebun dan memperkuat pendapatan mereka dari waktu ke waktu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Mustofa Tohan menambahkan, kolaborasi seperti ini mendukung upaya peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan sektor kakao Indonesia.

“Melalui peningkatan produktivitas dan perluasan akses ke pasar yang memiliki keterlacakan, program seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah,” ujar Mustofa.

Setelah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 50 tahun, Cargill terus bekerja sama dengan para mitra untuk mendukung petani, memperkuat komunitas pedesaan, dan memperluas pengadaan kakao yang dapat ditelusuri di berbagai wilayah penghasil kakao.

Upaya ini mencerminkan dedikasi jangka panjang Cargill terhadap Indonesia sebagai salah satu negara asal kakao penting di kawasan Asia-Pasifik dan dalam rantai pasok kakao global. Penyaluran premi ini mencakup sekitar Rp35 miliar untuk petani di Sulawesi Tengah dan Rp3,8 miliar untuk petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Premi ini diberikan sebagai tambahan insentif di luar pendapatan dari penjualan biji kakao dan terkait dengan kepatuhan terhadap standar sertifikasi yang diakui secara internasional, serta merupakan bagian dari program pengadaan kakao perusahaan yang lebih luas.

Program ini mendukung petani melalui pelatihan, sertifikasi, dan sistem keterlacakan, sebagai upaya untuk membantu meningkatkan hasil panen, menjaga kualitas biji kakao, serta memperkuat akses ke pasar. (fad)

Tags: CargilKakaoNTT

Related Posts

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Rencana pemerintah terkait perluasan kawasan tebu, jagung dan ubi seluas dua juta hektare untuk bahan...

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan tebu dari hulu guna memastikan ketersediaan bahan baku bioetanol nasional...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030

Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030

28 April 2025
Penutupan SIEXPO 2026, Menteri Bappenas Sebut Hilirisasi Sawit Membawa Bermanfaat Bagi Seluruh Rakyat

Penutupan SIEXPO 2026, Menteri Bappenas Sebut Hilirisasi Sawit Membawa Bermanfaat Bagi Seluruh Rakyat

10 Agustus 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.