a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BPS Catat Produksi Padi Januari – Agustrus 2026 Naik 0,07 Persen

BPS Catat Produksi Padi Januari – Agustrus 2026 Naik 0,07 Persen

5 Oktober 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Kamis (1/10/2026).

Ateng mengatakan angka tersebut merupakan hasil penghitungan berdasarkan luas panen dan produktivitas padi yang telah berstatus angka tetap.

BPS mencatat luas panen padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Luas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ungkap Ateng.

BPS juga mencatat produksi beras pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Dengan demikian untuk produksi beras pada kondisi Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pemerintah terus turun langsung untuk memperkuat dukungan sarana produksi sekaligus menjaga ketersediaan air bagi pertanian.

“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, perkembangan produksi pada periode berikutnya masih dapat berubah mengikuti kondisi pertanaman di lapangan. Data produksi September-November 2026 saat ini masih berstatus angka potensi, sedangkan data produktivitas masih berupa angka sementara.

Perubahan kondisi cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, hingga perubahan waktu panen dapat memengaruhi realisasi produksi pada periode tersebut.

Berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) Agustus 2026, sejumlah wilayah sentra masih memiliki potensi panen pada September-November 2026.

Sentra tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Di Jawa Barat, potensi panen antara lain berada di Majalengka, Subang, Indramayu, Karawang, Cirebon, dan Bekasi. Sementara di Jawa Timur terdapat Ngawi. Di Sulawesi, sejumlah sentra antara lain Bone, Wajo, Sidenreng Rappang, Pinrang, Luwu, dan Banggai.

Dengan produksi padi mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus, produksi nasional tetap menunjukkan pertumbuhan meski menghadapi tantangan iklim dan potensi El Nino.

Kementerian Pertanian menyebut capaian tersebut menunjukkan produksi padi tetap bergerak kuat, sementara pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga produktivitas hingga akhir tahun. (sat)

Tags: BPSProduksi padi

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BPDP Gelar Koordinasi Program Peremajaan Kakao Rakyat (PAKAR)

BPDP Gelar Koordinasi Program Peremajaan Kakao Rakyat (PAKAR)

19 Agustus 2025
Mentan Pastikan Pangan Aman 324 Hari ke Depan

Mentan Pastikan Pangan Aman 324 Hari ke Depan

6 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.