JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau lokasi pengembangan program biodiesel berbasis kelapa sawit Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Menhan mengatakan, program biodiesel tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar, khususnya solar.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri,” ujar Menhan seperti dikutip Senin (9/6/2025).
Menhan mengatakan, program ketahanan energi merupakan inisiatif yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Melalui kegiatan peninjauan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk secara bertahap membangun kemandirian energi nasional, sekaligus memperkuat kedaulatan negara dari sisi keamanan dan ekonomi.
Menurut Menhan, sinergi lintas sektor meliputi pertahanan, pertanian, kehutanan, dan energi menjadi landasan utama dalam mewujudkan kedaulatan energi yang berkelanjutan serta mendukung stabilitas nasional secara menyeluruh.
Dalam kunjungan kerjanya, Menhan meninjau melalui udara yang mencakup kawasan rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit terkait program biodiesel.
Selama peninjauan udara, Menhan juga menyempatkan melakukan observasi udara dari area yang menjadi wilayah Batalyon Teritorial Pembangunan 803.
Kegiatan peninjauan ini tidak hanya mencerminkan komitmen Kementerian Pertahanan dalam menjaga stabilitas wilayah timur Indonesia.
Peninjauan itu juga menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap pembangunan strategis di Papua.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah upaya memperkuat sektor energi nasional.
Menhan didampingi Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan, Direktur Utama Agrinas Palma, serta Gubernur Papua Selatan. (har)




