MUARO JAMBI – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar panen perdana padi gogo bersama PTPN IV PalmCo hasil intercropping (tumpang sari) di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) milik petani KUD Dwi Jaya, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (27/5/2025).
Panen ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan sawit yang tengah diremajakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Pelaksana Tugas (Pit.) Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto mengatakan, lahan yang ditanami sejak 5 Februari 2025 seluas 16 hektare (ha) dari total 140,62 ha diperkirakan menghasilkan hingga 2,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Heru menjelaskan, program penanaman padi gogo yang dikembangkan di lahan PSR ini merupakan strategi untuk menjaga produktivitas petani selama masa replanting,
Selain mendorong ketahanan pangan, kata Heru, program ini juga menjadi percontohan nasional pemanfaatan lahan secara optimal.
”Panen hari ini membuktikan bahwa program PSR tidak hanya fokus pada sawit, tapi juga memberi manfaat langsungvmelalui tumpang sari yang produktif,” ujar Heru.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah ini. Ditekankan bahwa dengan segala potensi dan strategi yang telah dijalankan, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjaga kestabilan pangan dalam negeri.
Bahkan, lanjut Amran, meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global. Ketahanan pangan yangkuat adalah fondasi utama bagi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik bangsa ke depan.
”Swasembada pangan khususnya beras harus kita wujudkan bersama,” tegas Amran.
Menurut Mentan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus bersinergi dengancseluruh elemen bangsa.
“Kalau semua bergerak, Indonesia pasti bisa mandiri pangan,” pungkas Amran. (sat)




