a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Panen Perdana Padi Gogo di Lahan PSR

Kementan Panen Perdana Padi Gogo di Lahan PSR

30 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

MUARO JAMBI – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar panen perdana padi gogo bersama PTPN IV PalmCo hasil intercropping (tumpang sari) di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) milik petani KUD Dwi Jaya, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (27/5/2025).

Panen ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan sawit yang tengah diremajakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Pelaksana Tugas (Pit.) Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto mengatakan, lahan yang ditanami sejak 5 Februari 2025 seluas 16 hektare (ha) dari total 140,62 ha diperkirakan menghasilkan hingga 2,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Heru menjelaskan, program penanaman padi gogo yang dikembangkan di lahan PSR ini merupakan strategi untuk menjaga produktivitas petani selama masa replanting,

Selain mendorong ketahanan pangan, kata Heru, program ini juga menjadi percontohan nasional pemanfaatan lahan secara optimal.

”Panen hari ini membuktikan bahwa program PSR tidak hanya fokus pada sawit, tapi juga memberi manfaat langsungvmelalui tumpang sari yang produktif,” ujar Heru.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah ini. Ditekankan bahwa dengan segala potensi dan strategi yang telah dijalankan, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjaga kestabilan pangan dalam negeri.

Bahkan, lanjut Amran, meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global. Ketahanan pangan yangkuat adalah fondasi utama bagi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik bangsa ke depan.

”Swasembada pangan khususnya beras harus kita wujudkan bersama,” tegas Amran.

Menurut Mentan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus bersinergi dengancseluruh elemen bangsa.

“Kalau semua bergerak, Indonesia pasti bisa mandiri pangan,” pungkas Amran. (sat)

Tags: Padi gogoPanen perdanaPSRPTPN IV PalmCo

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kelapa Sawit Industri Berbasis Alam yang Diperkuat dalam SBIN

Menperin Sebut Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta

20 Agustus 2026
Sinergisitas Kunci Wujudkan Sawit Berkelanjutan

Sinergisitas Kunci Wujudkan Sawit Berkelanjutan

3 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.