a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Riset Terapan Empat Komoditas Strategis Diperkuat Guna Menekan Impor

Riset Terapan Empat Komoditas Strategis Diperkuat Guna Menekan Impor

29 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Riset terapan empat komoditas strategis terus diperkuat guna menekan impor. Pemerintah sediakan Rp 40 miliar.

Upaya pemerintah itu ditempuh melalui kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dengan memperkuat riset.

Riset terapan itu untuk mempercepat peningkatan produksi dalam negeri khususnya pada empat komoditas utama yakni gandum, kedelai, jagung, dan bawang putih.

“Gandum, kedelai, jagung, dan bawang putih kami dorong agar produksinya melampaui standar nasional,” tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Rabu (28/5/2025).

Amran memgatakan, empat komoditas ini selama ini masih mengandalkan pasokan luar negeri, padahal Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkannya.

“Pemerintah pun menargetkan peningkatan produktivitas yang signifikan melalui pendekatan riset yang langsung aplikatif di lapangan,” ujar Amran.

Langkah ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda prioritas Asta Cita, yang menekankan pentingnya riset berbasis kebutuhan dan penguatan kemandirian pangan.

“Presiden ingin agar komoditas strategis ini tak lagi bergantung pada impor. Kami optimistis, dengan kerja sama kuat antar sektor, kita mampu wujudkan kemandirian pangan nasional,” tutup Mentan Amran.

Sebagai bagian dari upaya percepatan, Kementan juga telah mengirim delegasi ke negara-negara dengan agroklimat serupa, seperti Brasil dan Yordania, untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan pangan strategis.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menambahkan bahwa riset yang dikembangkan akan difokuskan pada hasil nyata dan tidak berhenti pada publikasi ilmiah.

“Kami bentuk konsorsium riset dari hulu ke hilir. Setiap komoditas memiliki tim khusus yang mengintegrasikan akademisi, peneliti Kementan, dan pelaku industri,” jelas Sudaryono.

Pada komoditas bawang putih, misalnya, riset dilakukan mulai dari pengembangan benih unggul hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, hasil riset dapat langsung dimanfaatkan oleh petani dan industri.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menuturkan, pihaknya telah menetapkan empat flagship riset nasional yang fokus pada masing-masing komoditas.

Brian mengungkapkan, pemerintah menyiapkan anggaran antara Rp20 hingga Rp40 miliar untuk mendukung kegiatan riset, mulai dari tahap dasar hingga komersialisasi.

“Ini konsorsium lengkap. Kita libatkan dosen, peneliti, dan praktisi yang memahami seluruh rantai produksi, dari varietas unggul, teknologi budidaya, pengendalian hama, hingga alat dan mesin pertanian,” jelas Brian.

Dukungan juga datang dari TNI Angkatan Laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyatakan kesiapan TNI AL untuk mengembangkan budidaya kedelai melalui riset dan optimalisasi lahan.

“Kami sudah uji coba budidaya kedelai di Serang dan hasilnya sangat baik, mencapai 4,39 ton per hektare. Program ini juga akan diperluas ke berbagai wilayah,” ungkap Brian.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, pemerintah optimistis bahwa Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan, menekan ketergantungan terhadap impor, dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui hilirisasi. (sat)

Tags: KomoditasRiset

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BPDP Tetapkan 42 Lembaga Pendidikan untuk Pengembangan SDM Sawit 2026

BPDP Tetapkan 42 Lembaga Pendidikan untuk Pengembangan SDM Sawit 2026

12 Mei 2026
BRIN Kembangkan Inovasi Selulosa dan Material Berbasis Karet Alam

BRIN Kembangkan Inovasi Selulosa dan Material Berbasis Karet Alam

26 September 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.