PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“BPDP siap mendukung ekosistem kelapa dari hulu sampai hilir,” ujar Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, dalam rangkaian World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara.
Menurut Normansyah, hal ini menjadi penting karena lebih dari 99 persen perkebunan kelapa dimiliki pekebun rakyat.
“Ketika kita memperkuat sektor kelapa, pada saat yang sama kita juga memperkuat kehidupan dan kesejahteraan pekebun yang menjadi bagian terbesar dari ekosistem ini,” jelas Normansyah.
Normansyah mengatakan, pengembangan kelapa Indonesia perlu dilakukan dengan pendekatan ekosistem yang menghubungkan sektor hulu dan hilir.
Peningkatan produktivitas di tingkat kebun perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas pekebun, pengembangan kelembagaan, inovasi, pengolahan, hingga penciptaan nilai tambah.
Menurut Normansyah, dominasi pekebun rakyat dalam pengelolaan perkebunan kelapa menunjukkan pentingnya menempatkan pekebun sebagai bagian utama dalam pengembangan rantai nilai kelapa.
Dukungan pada sektor hulu tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan, tetapi juga perlu diikuti dengan upaya memperkuat keterhubungan dengan sektor hilir agar komoditas kelapa dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
“Kita tidak bisa melihat kelapa hanya dari sisi kebunnya. Pengembangan kelapa harus dilihat sebagai satu ekosistem, bagaimana produktivitas pekebun meningkat, hasilnya terserap dengan baik, kemudian diolah dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” terang Normansyah.
Penguatan ekosistem tersebut menjadi semakin relevan mengingat kelapa memiliki peran strategis dalam mendukung pangan, energi, dan mata pencaharian masyarakat.
Hal ini, lanjut Normansyah, sejalan dengan tema World Coconut Day 2026 yang menekankan pentingnya sektor kelapa dalam menghadapi berbagai ketidakpastian sekaligus menjaga ketahanan pangan, energi, dan penghidupan masyarakat.
“Kelapa bukan hanya komoditas, tetapi juga bagian dari kehidupan jutaan pekebun,” tambah Normansyah.
Karena itu, menurut Normansyah, membangun ekosistem kelapa berarti membangun kesejahteraan pekebun sekaligus memperkuat masa depan sektor kelapa Indonesia. (gar)




