PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan tetapkan harga referensi (HR) biji kakao periode September 2026 sebesar USD 5.635,76 per metrik ton (MT) atau naik USD 210,79 atau 3,89 persen dari periode sebelumnya.
“Kenaikan HR dan HPE biji kakao periode September 2026 terjadi karena adanya penurunan produksi sebagai akibat dari serangan hama, cuaca yang buruksebagai dampak El Nino di kawasan produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Menurut Tommu, kenaikan harga referensi biji kakao ini berdampak pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao periode September 2026 menjadi USD 5.271 per MT, naik USD 206 atau 4,07 persen dari periode sebelumnya.
“HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia,” jelas Tommy.
Penetapan BK biji kakao periode September 2026 merujuk pada “Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025”, yakni sebesar 7,5 persen.
Sementara itu, PE biji kakao pada periode tersebut merujuk pada “Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo.PMK Nomor 9 Tahun 2026”, yakni sebesar 7,5 persen.
Sistem informasi Pasar Produk Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, harga biji kakao di beberapa sentra utama produksi utama di seluruh Indonesia pada Juli – Agustus 2026 juga ada kenaikan.
Di Kabupaten Pidie (Aceh), harga biji kakao non fermentasi pada Juli 2026 mencapai Rp 73.640 per kilogram (kg) (kg), sedangkan pada Agustus 2026 tercatat Rp 79.310/kg.
Kenaikan juga terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara) harga biji kakao pada Agustus 2026 mencapai Rp 73.033/kg. Padahal di bulan Juli tercatat Rp 60.000/kg.
Hal serupa juga terjadi di Lampung Barat (Lampung). Harga biji kakao non fermentasi naik dari Rp 64.480/kg pada Juli 2026 menjadi Rp 70.625/kg pada Agustus 2026.
Demikian juga di Kabupaten Tabanan (Bali) yang naik dari Rp 76.870/kg pada Juli 2026 menjadi Rp 81.420/kg pada Agustus 2026.
Di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) harga biji kakao pada Juli 2026 sebesar Rp 83.690/kg. Sedangkan pada Agustus tercatat Rp 91.900/kg. Kenaikan juga terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah (Sulawesi Barat) dari Rp 61.000/kg pada Juli 2026 menjadi Rp 65.000/kg pada Agustus 2026. (far)




