a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Produk Cokelat Bubuk dan Karbon Aktif Indonesia Siap Jajaki Pasar Timur Tengah

Produk Cokelat Bubuk dan Karbon Aktif Indonesia Siap Jajaki Pasar Timur Tengah

11 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif siap jajaki pasar Timur Tengah seiring penandatanganan kesepakatan bisnis (memorandum of understanding/MoU) senilai USD 197.305 atau setara Rp3,5 miliar.

“Kami harap, kesepakatan bisnis yang ditandatangani hari ini adalah awal yang baik untuk komoditas unggulan Indonesia di pasar Timur Tengah,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi.

Menurut Fajarini, kerja sama bisnis antara PT Visi Indonesia Parama dan Bassam Salem Abdullah Fotis Company menunjukkan bahwa kemampuan produksi dan kualitas produk Indonesia sudah mumpuni untuk bersaing di pasar internasional.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo mengatakan, produk Indonesia masih berdaya saing di tengah tantangan situasi konflik Timur Tengah. ITPC Jeddah konsisten membantu memfasilitasi pelaku usaha bertemu buyer potensial untuk menghasilkan kesepakatan bisnis.

“ITPC mendorong agar setiap kegiatan business matching menghasilkan tindak lanjut yang konkret,” ungkap Bagas.

Menurut Bagas, kunjungan buyer ke fasilitas produksi merupakan langkah untuk membangun kepercayaan, menyesuaikan kualitas produk secara langsung sesuai dengan permintaan buyer, sekaligus mempercepat realisasi transaksi.

MoU tersebut ditandatangani Managing Director PT Visi Indonesia Parama, Lukman Nurjaman dan Managing Director Bassam Salem Abdullah Fotis, Bassam Salem di Bandung, Jawa Barat, pada Senin, (10/8/2026).

Penandatanganan MoU disaksikan secara virtual oleh perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia, ITPC, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan, Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer (PEPP) Kemendag, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

Penandatanganan MoU merupakan hasil dari fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) dari ITPC Jeddah pada Desember 2025 dan Maret 2026.

Bassam mengapresiasi fasilitasi Kemendag dari proses business matching hingga kunjungan ke Indonesia. Produk Indonesia memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang kompetitif.

“Kami berharap, kerja sama jangka panjang ini dapat terus dibangun dan kami bisa memperluas varian produk lain yang dapat dibawa ke pasar Timur Tengah dan Afrika,” ujar Bassam.

Sementara itu, Lukman Nurjaman dari PT Visi Indonesia Parama menyambut baik kunjungan dari buyer asal Arab Saudi tersebut. Lukman mengaku, kunjungan buyer secara langsung memberikan kesempatan untuk perusahaannya menunjukkan kemampuan produksi, kualitas produk, sekaligus menawarkan produk lainnya yang dapat dipasarkan ke negara tujuan ekspor.

“Melalui kunjungan ini, buyer dapat melihat langsung proses produksi hingga standar kualitas untuk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Kami berharap, kerja sama dapat berjalan dengan baik dan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,” ujar Lukman.

Kemendag mencatat, sepanjang Januari–Juni 2026, total perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi tercatat sebesar USD 1,68 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi USD 1,02 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD 665,10 juta.

Pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar USD 3,94 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD 2,89 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD 1,06 miliar. Indonesia surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD 1,82 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, yakni kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu.

Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi, yakni garam, belerang, kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; berbagai produk kimia; serta buah-buahan. (far)

Tags: Kakaokemendag

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO Periode Mei Naik

2 Mei 2026
Agrinas Palma Dorong Pola Kemitraan Berbasis Koperasi di Rokan Hulu

Agrinas Palma Dorong Pola Kemitraan Berbasis Koperasi di Rokan Hulu

27 Agustus 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.