a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
SIEXPO 2026 Tampilkan Teknologi dan Inovasi Sawit Bagi Peningkatan Produktivitas

SIEXPO 2026 Tampilkan Teknologi dan Inovasi Sawit Bagi Peningkatan Produktivitas

26 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Di tengah tantangan industri sawit akibat dinamika ekonomi global, Majalah Sawit Indonesia kembali mengadakan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026.

Pameran SIEXPO 2026 akan menjadi wadah kolaborasi pelaku industri dari hulu hingga hilir. Tahun ini, jumlah peserta pameran meningkat, dengan keterlibatan lebih banyak UMKM, koperasi petani, pesantren, hingga perguruan tinggi.

Ketua Pelaksana SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan, SIEXPO 2026 akan digelar pada 6 – 8 Agustus 2026 mendatang di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau. Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, pameran tersebut dinilai masih mendapat respons positif dari pelaku industri sawit meski sektor ini menghadapi berbagai tantangan global.

“Tahun ini, meski ada guncangan di industri sawit maupun ekonomi global, antusiasme pelaku industri tetap tinggi. Tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan koperasi ikut berpartisipasi,” kata Qayuum dalam konferensi pers di Kantor Majalah Sawit Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).

Menurut Qoyuum, SIEXPO menjadi salah satu pameran industri sawit yang secara konsisten membuka ruang bagi pelaku usaha kecil. Pada 2026 ini, sekitar 20 booth disiapkan khusus bagi UMKM dan koperasi.

“Biasanya pameran hanya diikuti korporasi besar atau manufaktur besar. Kami justru sejak awal melibatkan UMKM, koperasi petani, perguruan tinggi, hingga sekolah-sekolah sawit. Kami ingin memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh,” jelas Qoyuum.

Lebih lanjut Qoyumm mengatakan semangat tersebut sejalan dengan tagline SIEXPO, yakni “yang kecil ditingkatkan, yang menengah diperbesar, dan yang besar dijaga.”

Angkat Tema Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi
Mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”, SIEXPO 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan industri sawit nasional.

Qayuum menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan akan melahirkan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan dan pengolahan sawit.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang baik sehingga muncul berbagai inovasi teknologi yang mendukung industri sawit sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Qoyuum.

Konsep resiliensi, kata Qoyuum, dipilih karena industri sawit terbukti memiliki daya tahan tinggi menghadapi berbagai krisis ekonomi.

“Sawit tetap bertahan saat krisis moneter 1998 maupun pandemi Covid-19. Industri ini tetap menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia,” ujar Qoyuum.

Selain menghadirkan pameran produk dan teknologi, SIEXPO 2026 juga akan menggelar konferensi selama tiga hari dengan menghadirkan sekitar 20 narasumber dari berbagai bidang.

Topik yang dibahas meliputi hilirisasi, teknologi perkebunan, digitalisasi, hingga penerapan AI dalam operasional perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

“Melalui SIEXPO, pelaku industri tidak hanya melihat teknologi terbaru, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di perkebunan maupun sektor hilir sawit,” kata Qayuum.

Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 8.000 orang, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 6.000 pengunjung.

Menurut Qayuum, penyelenggaraan SIEXPO selama ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui transaksi bisnis yang terjadi selama maupun setelah pameran.

“Banyak peserta menyampaikan bahwa transaksi tidak hanya terjadi saat pameran berlangsung, tetapi juga berlanjut setelah acara selesai. Jadi SIEXPO bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan peluang bisnis,” terangnya.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, lanjut Qoyuum, SIEXPO juga menarik perhatian pengunjung dari luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara produsen sawit lainnya.

Booth Bertambah, Hadirkan Solusi Industri Terintegrasi
Sementara itu, Direktur Marketing Sawit Indonesia, Yasin Permana, mengatakan jumlah peserta pameran tahun ini meningkat menjadi 184 booth, dibandingkan sekitar 150 booth pada tahun lalu.

Ratusan peserta tersebut akan menampilkan beragam solusi bagi industri sawit, mulai dari produsen AI, alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleochemical, benih sawit, drone, digitalisasi, logistik, kendaraan Listrik, hingga perangkat keselamatan kerja.

“Konsep yang kami tawarkan adalah one stop solution untuk industri sawit. Semua kebutuhan industri sawit, baik sektor hulu maupun hilir, dapat ditemukan dalam satu pameran,” ujar Yasin.

Selain pameran dan konferensi, SIEXPO 2026 juga akan kembali menggelar field trip ke salah satu lokasi industri sawit, melanjutkan agenda serupa pada tahun sebelumnya. Lokasi kunjungan masih dalam tahap finalisasi.

Sejumlah perusahaan besar dan lembaga telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan SIEXPO 2026, di antaranya PalmCo, Bumitama Gunajaya Agro, Triputra Agro Persada, Muar Ban Lee, PT JJ Lapp Cable Indonesia, PT Gaya Makmur FAW Motors, PT Hartec Mitra Mandiri, K+S Asia Pacific PTE Ltd, PT Sumber Inti Global Sukses, TSE Grup, BPDP, serta berbagai asosiasi seperti Pemerintah Provinsi Riau, Apkasindo, GAPKI, DMSI,APROBI GIMNI, Aspekpir, dan SAMADE. (yer)

Tags: sawitSawit IndonesiaSIEXPO 2026

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

18 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Hasil riset mengungkap minum kopi secara teratur menurunkan risiko penyakit liver atau hati. Namun untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50

Pemerintah akan Wajibkan Perusahaan Sawit Penuhi Kebutuhan B50

14 Oktober 2025
Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko

Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko

20 Juli 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.