a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kelapa Sawit Industri Berbasis Alam yang Diperkuat dalam SBIN

Kerajinan Berbasis Sawit Wujudkan Ekonomi Sirkular

25 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pengembangan kerajinan berbasis limbah dan produk samping kelapa sawit merupakan salah satu strategi untuk terwujudnya ekonomi sirkular di wilayah perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan,” ungkap Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda, Ransi Pasae menyampaikan.

Selain mengurangi limbah, kata Ransi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, nilai ekspor industri kerajinan pada kuartal I tahun 2026 mencapai USD165,27 juta atau sekitar Rp2,97 triliun.

Capaian tersebut meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan semakin tingginya apresiasi pasar internasional terhadap produk kerajinan Indonesia.

“Industri kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut Menperin menuturkan, pemerintah terus melakukan penguatan ekosistem industri kerajinan melalui peningkatan kapasitas SDM, pengembangan inovasi produk, dan perluasan akses pasar.

Menperin menambahkan, pengembangan industri kerajinan juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri dan mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menegaskan bahwa peningkatan daya saing industri kerajinan nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan

“Pengembangan keterampilan, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular menjadi faktor penting dalam menciptakan produk kerajinan yang bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan,” ujar Emmy.

Melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas, Kemenperin terus berupaya agar menghasilkan produk-produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Anwar Sadat mengatakan, dukungannya terkait program ekonomi hijau berbasis sawit melalui pemberdayaan UMKM perkebunan sawit sebagaimana yang dilaksanakan oleh BSPJI Samarinda saat ini.

“Melalui sinergi antara BSPJI Samarinda dan BPDP, industri kerajinan berbasis kelapa sawit di Kalimantan Utara diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan daerah,” ujar Anwar. (fad)

Tags: BpdpKemenperinsawitUMKM

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sri Lanka Minat Investasi Pengolahan Teh di Indonesia

Sri Lanka Minat Investasi Pengolahan Teh di Indonesia

15 Juni 2025
Kementan Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Perkebunan

Kementan Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Perkebunan

4 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.