a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BRIN Sebut Limbah Sawit Berpotensi Jadi Bahan Bakar Kapal Alternatif

dok BRIN

BRIN Sebut Limbah Sawit Berpotensi Jadi Bahan Bakar Kapal Alternatif

23 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut pelepah kelapa sawit dan limbah polistirena (styrofoam) dapat diolah menjadi minyak pirolisis (pyrolysis oil) yang berpotensi digunakan sebagai campuran bahan bakar kapal.

“Yang membuat penelitian ini penting bukan hanya karena menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi karena campuran bahan bakar tersebut mampu memperbaiki kualitas bahan bakar kapal yang sudah beredar saat ini,” ungkap Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur.

Dieni mengatakan, kapal-kapal pengangkut barang antarnegara masih banyak menggunakan bahan bakar minyak berat atau high sulfur fuel oil (HSFO), yang dikenal berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan karena menghasilkan emisi sulfur tinggi.

Di sisi lain, lanjut Dieni, Indonesia menghadapi persoalan limbah biomassa yang melimpah dari perkebunan sawit, ditambah peningkatan jumlah sampah plastik yang sulit terurai.

Dieni menjelaskan, limbah pelepah kelapa sawit dan styrofoam tersebut dipanaskan tanpa oksigen sehingga menghasilkan minyak cair yang kemudian dicampurkan dengan bahan bakar kapal konvensional.

Lebih lanjut Dieni menuturkan, minyak pirolisis berhasil didapatkan dengan rendemen mencapai lebih dari 56 persen, menunjukkan bahwa limbah yang selama ini kurang dilirik dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi.

Salah satu temuan paling signifikan dari riset ini, menurut Dieni, penurunan viskositas atau kekentalan bahan bakar.

Dalam operasional kapal, bahan bakar yang terlalu kental harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan di mesin. Proses pemanasan ini memerlukan energi tambahan yang akhirnya menambah beban biaya operasional.

Dengan mencampur minyak pirolisis yang sudah diformulasi, bahan bakar menjadi lebih mudah mengalir dan energi yang diperlukan untuk pemanasan menjadi rendah.

“Formula ini mampu mempertahankan kualitas bahan bakar sesuai standar bahan bakar kapal sekaligus memberikan manfaat lingkungan yang signifikan,” ujar Dieni.

Dieni menyebut penelitian ini secara nyata menunjukkan penekanan kandungan sulfur dalam bahan bakar.

Hal ini, tambah Dieni, penting karena sulfur merupakan sumber utama emisi sulfur oksida yang selama ini menjadi perhatian organisasi pelayaran internasional. Semakin rendah kandungan sulfur, semakin kecil pula dampak pencemaran udara yang dihasilkan kapal.

Berbeda dengan teknologi kapal berbahan bakar hidrogen atau amonia yang masih memerlukan investasi infrastruktur besar, bahan bakar campuran hasil penelitian ini berpotensi digunakan pada sistem yang sudah ada dengan penyesuaian yang minimal.

Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan dengan pendekatan teknologi yang tepat, limbah pertanian dan plastik dapat diubah menjadi sumber energi yang membantu mengurangi emisi sektor pelayaran sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Solusi energi masa depan tidak selalu harus berasal dari sumber baru, tetapi bisa juga berasal dari limbah yang selama ini kita abaikan,” pungkasnya. (far)

Related Posts

Tandan Kosong Sawit Berpotensi Besar untuk Perangkat Superkapasitor

BRIN Dukung Pemanfaatan Biomassa Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi

25 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan boiler biomassa berbahan bakar tandan kosong kelapa sawit...

BRIN Kembangkan Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri

BRIN Kembangkan Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri

21 Agustus 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan biopestisida berbasis bahan alami dari minyak atsiri untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Utama DSN Group

Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Utama DSN Group

5 Juni 2025
Ekspor Kopi Arabika Bajawa ke Thailand Tembus Rp1,56 Miliar

BRIN Dorong Penguatan Daya Saing Kopi dari Budidaya hingga Pascapanen

13 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.