a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pabrik Pengolahan Teh Kekurangan Pasokan Bahan Baku

Pabrik Pengolahan Teh Kekurangan Pasokan Bahan Baku

21 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA  – Pabrik pengolahan teh saat ini kekurangan bahan baku akibat pasokan pucuk teh dari petani menurun. Kapasitas pengolahan pabrik pun di bawah target seharusnya. Sebuah peluang bagi petani untuk memasok,

Direktur Utama PT Sekarwangi Makmur Indonesia Sukiman Sumarto mengungkapkan, kekurangan pasokan bahan baku pucuk teh rakyat akibat tidak sedikit perkebunan teh rakyat dikonversi ke tanaman lain.

“Kemampuan petani untuk memelihara kebun semakin rendah, banyak kebun yang ditelantarkan dan diberakan,” ungkap Sukiman dalam sebuah Webinar Pertehan Indonesia 2026  dikutip Minggu (21/6/2026).

Selain itu, kata Sukiman, populasi tanaman teh rakyat juga semakin berkurang karena kurangnya pemeliharaan dan akibat kekeringan karena petani sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Tenaga kerja juga semakin sulit ditambah mutu pucuk teh rendah di bawah 10 persen dan permintaan teh rakyat rendah,” ujar Sukiman.

Sejak Covid 19, kata Sukiman, banyak pabrikan yang berhenti beroperasi yang berdampak pada kebun teh terlantar. Hasil hasil penjualan pucuk juga tidak cukup untuk memelihara tanaman teh.

Menurut Sukiman, kondisi ini menjadi peluang bagi petani teh untuk meningkatkan produski melalui Kegiatan Intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.

Berdasarkan pengamatan, Sukiman mengungkapkan, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terdapat 35 pabrik pengolahan teh dengan kapasitas terpasang 425 ton pucuk/hari

Namun rata-rata produksi hanya 195 ton/hari. Artinya pasokan pucuk ke pabik hanya 46 perse dari kapasitas pabrik.

“Sedangkan di Jawa Tengah pasokan di bawah 40 persen, akibatnya banyak pabrik teh yang tutup,” ungkap Sukiman lagi.

Sukiman mengatakan, permintaan teh dalam negeri cenderung menurun akibatnya harga jual teh kering di pasar domestic sangat rendah bahkan di bawah harga pokok produksi. Dalam kondisi demikian banyak pabrik yang memilih berhenti beroperasi.

Menurut Sukiman, manajemen perlu mengambil langkah strategik agar usaha teh dapat bertahan hidup. Strategi bertahan (Survival Strategy) merupakan strategi yang cocok dengan kondisi pasar yang sedang lesu (Bearish) saat ini.

“Perusahaan berupaya menekan biaya produksi agar Perusahaan tetap menguntungkan pada saat harga jual dan permintaan rendah,” ujar Sukiman.

Petani teh, Pedagang pengumpul pucuk, dan Pabrik pengolah teh rakyat perlu bekerjasama lebih erat lagi untuk menyikapi kondisi permintaan dan harga jual teh yang sangat rendah saat ini. (yer)

Tags: Pabrik pengolahan tehperkebunan teh rakyat

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Petani Teh Enggan Manfaatkan KUR, Begini Sebabnya

BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida pada Teh Berbasis Nanopartikel Perak

14 Agustus 2026
Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50

Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50

1 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.