a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Petani Berharap Teh Jadi Komoditas Unggulan Perkebunan

Ketua Umum Aptehindo Nugroho B. Koesnohadi

Petani Berharap Teh Jadi Komoditas Unggulan Perkebunan

19 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Petani sangat berharap teh kembali menjadi komoditas unggulan perkebunan mengingat kondisi saat ini membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah. Tidak sedikit kebun teh petani yang terlantar karena sangat kurang terawat.

“Kami sudah menyurati Kementerian Pertanian bahwa teh seyogianya ditetapkan sebagai komoditas unggulan,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Nugroho B. Kusnohadi dalam Webinar Pertehan Indonesia 2026 dalam rangka peringatan Dirgahayu Asosiasi Teh Indonesia (ATI), Rabu (17/6/2026).

Dengan begitu, kata Nugroho, teh juga dapat masuk program hilirisasi perkebunan yang dijalankan pemerintah pusat saat ini, sehingga dapat memperoleh subsidi pupuk, bantuan benih unggul, teh, dan bantuan peralatan mesin pertanian, seperti komoditas lainnya.

Menurut Nugroho, teh itu mempunyai peranan yang sangat strategis di dalam kehidupan. Karena perkebunan teh bisa berfungsi sebagai penutup lahan seperti kanopi hutan, sehingga perkebunan teh berperan penting dalam pelestarian lingkungan hidup.

“Teh juga merupakan minuman paling populer setelah air mineral, jauh lebih populer dibanding kopi, kakao, dan susu, sehingga teh menjadi produk hilir yang sangat penting,” jelas Nugroho.

Selain itu, lanjut Nugroho, teh termasuk industri yang mempunyai multiplier efek sama dengan industri pengolahan kopi dan kakao.

Apalagi, tambah Nugroho, perkebunan teh memerlukan tenaga kerja 2,5 orang per hektare, jauh lebih besar dibanding komoditas perkebunan lainnya, sehingga terdapat sekitar 1,6 juta jiwa menggantungkan hidupnya pada perkebunan teh.

“Oleh karena itu, rekomendasinya yang disampaikan Aptehindo teh seyogianya ditetapkan sebagai komoditas strategis,” ujar Nugroho.

Aptehindo juga mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan bahwa sudah sejak 25 tahun yang lalu telah terjadi alih fungsi lahan dari perkebunan teh menjadi lahan sayuran, gentang, dan lainnya.

Nugroho menyebutkan, sejak tahun 2000, telah terjadi penurunan area perkebunan dari 153 ribuan hektar hingga menjadi 97 ribu hektare pada tahun 2026 ini dengan rata-rata penurunan seluas 2.200 hektare per tahun.

“Kalau kita semua, semua pemangku kepentingan tidak melakukan sesuatu yang lebih lagi dari biasanya, maka dalam waktu 40 tahun lagi, diperkirakan perkebunan teh ini akan punah dan menjadi sejarah saja.,” jelas Nugroho.

Hal tersebut, menurut Nugroho, dapat berdampak yang sangat hebat berupa bencana alam yang dapat menghancurkan hasil pembangunan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya yang berada di bawahnya.

“Contoh kasus, tahun 2025 yang baru lalu, karena banyak lahan perkebunan teh yang alih fungsi lahan menjadi lahan sayuran, dan lain-lainnya di daerah Pangalengan, telah menyebabkan sungai Citarum meluap banjir dan telah mengakibatkan area persawahan seluas 4.900 hektare di Bekasi dan Karawang tenggelam terendam banjir dan gagal panen,” terang Nugroho.

Oleh karena itu, kata Nugroho, tidak ada pilihan lain bagi seluruh pemangku kepentingan teh, termasuk pemerintah pusat, selain harus mempertahankan eksistensi tanaman teh yang profitable dan berkelanjutan. (yer)

Tags: AptehindoAsosiasi Teh IndonesiaKomoditas unggulan perkebunanPerkebunan tehTeh

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Publik Diminta Kawal Ketat Bantuan Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatera

Publik Diminta Kawal Ketat Bantuan Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatera

10 Desember 2025
BPDP Terus Mengawal Produk UKM Berbahan Sawit

BPDP Terus Mengawal Produk UKM Berbahan Sawit

25 Oktober 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.