a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Perlu Ada Kajian Mendalam untuk Evaluasi Mutu Teh

Perlu Ada Kajian Mendalam untuk Evaluasi Mutu Teh (yer)

Perlu Ada Kajian Mendalam untuk Evaluasi Mutu Teh

8 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pakar Teh nasional Dr Dadan Rohdian menekankan perlu ada kajian mendalam untuk mengevaluasi mutu teh terkait isu pencampuan limbah teh ke dalam teh asli.

“Pencampuran limbah teh berupa ampas teh botol ini dianggap mengganggu. Karena itu perlu ada sebuah kajian untuk mengevaluasi mutu teh, mulai dari sifat fisikokimia, aktivitas farmakologi serta kemungkinan pemanfaatan pastol untuk industri,” ujar Dadan kepada perkebunanindonesia.com, Minggu (7/6/2026).

Lebih lanjut Dadan mengatakan, mengingat teh telah menjadi minuman terpopuler kedua setelah air, popularitasnya tersebut menempatkanya menjadi salah satu produk pangan yang rentan terhadap penipuan dan pemalsuan.

Dadan menegaskan, seandainya benar-benar terbukti limbah teh tersebut dicampur dengan teh yang beneran, maka ini jelas merupakan sebuah penipuan.

“Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa pastol masih mengandung kafein dan polifenol dalam jumlah sedikit serta selulosa dengan jumlah yang sangat signifikan, yaitu 70-85 persen,” ungkap Dadan.

Dadan mengakui, pihaknya tidak punya akses untuk mendapatkan limbah ampas teh. “Kami dari Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) merasa terpanggil untuk melakukan kajian ini,” ujarnya.

Pada tahap awal, kata Dadan, pihaknya akan melakukan simulasi dengan penyeduhan yang maksimal, agar komponen kimia yang larut air bisa terekstrak secara optimal.

“Ampas (teh) nya kita keringkan sampai diperoleh ampas teh dengan kadar air di bawah 8 persen. Ampas teh yang sudah kering dievaluasi mutunya berdasarkan SNI 1901- 2025 tentang Teh Hitam,” jelas Dadan.

Selain itu, lanjut Dadan, pihaknya juga sedang mempertimbangan untuk melakukan uji aktivitas farmakologi. Hal ini masih dalam tahap diskusi, kira-kira uji apa yang paling pas untuk ampas teh ini.

Sementara itu, pada bagian hilir, ada beberapa produk yang akan coba dibuat, termasuk di dalamnya adalah pembuatan nanoselulosa, sebagai salah satu bahan pembuatan hidrogel untuk penutup luka bakar.

“Kami juga tengah melakukan penjajagan dengan instansi lain untuk kolaborasi pembuatan produk. Insya Allah pekan depan akan ada gambaran lebih jelas, kira-kira produk apa yang akan kita usung. Pembuatan produk ini lebih menekankan pemanfaatan limbah ampas,” teranga Dadan yang juga Dosen Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI.

Menurut Dadan, dibandingkan harus mencampurkan dengan teh beneran, yang dari segi apa pun sangat merugikan konsumen dan sangat mungkin secara ekonomi pun bagi pelaku pemalsuan atau penipuan ini tidak punya dampak yang signifikan.

Baca juga : Pencampuran Limbah Teh Berpotensi Merusak Tata Niaga

“Tentu akan lebih baik limbah atau pastol ini dijadikan sebagai bahan baku, atau bahan campuran produk yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi,” kata Dadan.

Dewan Teh Indonesia mensinyalir ada sekitar 33.700 ton/tahun limbah atau lebih popular disebut sebagai ampas teh botol (pastol) yang berasal dari industri minuman yang diolah kembali dengan cara dikeringkan dan kemudian dicampurkan dengan teh beneran. 

Menurut Dadan, angka 33.700 ton pertahun limbah teh yang disampaikan Dewan Teh Indonesia (DTI) bukan angka yang kecil, sungguh sangat besar.

Dadan menegaskan, keamanan pangan merupakan persyaratan yang sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia. (yer)

Tags: Dewan Teh IndonesiaLimbah TehMutu TehTeh

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Hilirisasi Sawit Strategi Kunci Tekan Impor Solar Perkuat Ekonomi Nasional

Sawit Penopang Devisa yang Masih Dibayangi Ketidakpastian Hukum

8 Juli 2026
Menperin Sebut Indonesia Belum Mengatur Pelarangan Ekspor Kelapa

Menperin Sebut Indonesia Belum Mengatur Pelarangan Ekspor Kelapa

1 Mei 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.