a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Tingkatkan Produksi Tebu, Pemerintah Bagikan 2 Varietas “Super” NXI 4T dan Panjalu

Tingkatkan Produksi Tebu, Pemerintah Bagikan 2 Varietas “Super” NXI 4T dan Panjalu

15 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Dalam rangka mewujudkan swasembada gula, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mencoba mengekselerasi hilirisasi perkebunan tebu melalui peningkatan produksi dengan penyediaan kebun benih untuk mendukung kegiatan bongkar ratoon atau perluasan.

Pemerintah melalui program ini memperluasan penggunaan 2 varietas unggul yakni NXI 4T dan panjalu, untuk mengurangi dominasi varietas Bululawang (BL) yang rentan terkena luka api.

Saat ini telah terbangun kebun benih datar seluas 300 hektare (ha) yang siap menghasilkan benih varietas NXI 4T untuk pengembangan seluas 1.200 ha dan Panjalu seluas 1.540 ha atau setara pengembangan seluas 9.240 ha

Varietas Panjalu ini adalah jenis baru yang ditetapkan sebagai benih unggul pada Juni 2025 yang lalu. Namun penggunaannya sudah dilakukan secara luas.

Menurut Irawan, pimpinan CV Joyorosan, sekaligus pemiliki varietas unggu ini, menyebutkan jenis tebu unggul ini memiliki warna dominan batang kuning, dengan produktivitas produktivitas mencapai 1,500 kuintal/ha, dengan rendemen mencapai 11 persen.

“Berdasarkan pengalaman petani adalah, pertumbuhannya cukup cepat, tahan kekeringan dan memiliki anakan yang banyak. Varietas ini memiliki karakteristik seperti Bululawang yakni memiliki anakan dan bobot cukup tinggi. Per satu rumpun bisa menghasilkan 10 anakan,” jelas  Irawan.

Petani tebu asal Tegal Supardi mengatakan, varietas panjalu tidak berbulu sehingga tidak perlu harus menggunakan alat pelindung muka dan tangan jika ingin masuk ke dalam kebun tebu.

Selain itu, tambah Supardi, varietas unggul ini tidak mudah roboh. Batangnya panjang, besar dan tidak keras sehingga disukai penebang karena mudah saat melakukan panen.

Sementara itu NXI 4T adalah varietas BL diperkaya atau dibooster dan ditetapkan sebagai varietas unggul oleh pemerintah sejak tahun 2013.

Secara fisik NXI 4T tidak berbeda dengan Bululawang namun dengan sejumlah keunggulan antara lain tahan luka api, anakan cukup banyak, produksi di atas 1.200 kuintal per ha dengan rendemen 9 persen. Bobotnya cukup besar seperti halnya bululawang. Serta tidak dan jarang mengeluarkan bunga.

Bagi petani yang sudah menggunakan banyak yang menyebutnya sebagai varietas “Bululawang Turbo” karena fisiknya seperti bululawang namun memiliki sejumlah kelebihan.

Angga Rangga, petani tebu asal Pati yang telah menggunakan varietas ini menyebutkan bahwa NXI 4T relatif tahan kekeringan dan cocok di tanam pada lahan dengan pengairan terbatas.

“Varietas ini secara fisik mirip dengan bululawang. Perbedaannya pada daya tahannya terhadap luka api. Pada saat panen terakhir pada tahun lalu saya bisa mendapatkan produksi di atas 1000 kuintal/ha dengan rendemen di atas 8 persen,” jelas Angga.

Melalui penyebaraluasan benih ini diharapkan dapat berkontribusi pada introduksi varietas baru, serta mendorong peningkatakan produksi tebu dan rendemen.

Tentu, ini akan memberikan manfaat bagi petani, apalagi jika didukung transparan pabrik gula dalam hal penetapan rendemen gula petani. (yer)

Tags: BenihRendemenTebuVareitas Tebu PanjaluVarietas NX-04T

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Minta Pelaku Usaha Cepat Antisipasi Kebakaran Lahan

Kementan Minta Pelaku Usaha Cepat Antisipasi Kebakaran Lahan

15 Mei 2026
Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau turun

Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau Juga Masih Naik

6 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.