PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor pertanian berkontribusi terhadap PDB sebesar 12,67 persen pada Kuartal I 2026. Sedangkan pertumbuhannya mencapai 10,52 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, ada lima lapangan usaha yang berkontribusi terbesar terhadap PDB yaitu, industri pengolahan (19,07 persen), perdagangan (13,28 persen), pertanian (12,67 persen), konstruksi (9,81 persen), dan pertambangan (8,69 persen).
“Total kelima lapangan usaha mencakup sekitar 63,52 persen dari total PDB,” kata Amalia dalam keterangannya, dikutip Rabu (6/5/2026).
Dari sisi sumber pertumbuhan, sektor pertanian memberikan kontribusi 0,55 poin persentase, berada di urutan ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan.
Angka ini perlu dibaca dalam perspektif yang tepat. Dimana setahun sebelumnya, pertanian menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,11 poin persentase.
“Sektor pertanian tumbuh sebesar 10,52 persen. Ini karena didukung oleh panen raya dan meningkatnya produksi tanaman padi dan jagung,” ujar Amalia.
Tingginya capaian tahun lalu membuat kontribusi pada Q1 2026 terlihat lebih rendah. Padahal, peran sektor pertanian tetap stabil, nyaris tidak berubah, dari 12,66 persen menjadi 12,67 persen.
Amalia menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan besarnya distribusi lima sektor lapangan usaha utama disebabkan oleh meningkatnya permintaan domestik di awal tahun.
“Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang sedang menguat,” jelas Amalia.
Amalia juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, jauh melampaui proyeksi konsensus para analis yang memperkirakan pertumbuhan di kisaran 5,3 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 bila dibandingkan triwulan I-2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,” ujar Amalia.
Angka ini menandai akselerasi signifikan dibandingkan Kuartal I 2025 yang hanya tumbuh 4,87 persen. Di balik angka agregat tersebut, sektor pertanian kembali membuktikan diri sebagai salah satu fondasi utama perekonomian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian semakin kuat dan berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional.
“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” ujar Mentan Amran.
Mentan juga mengaitkan stabilitas sektor pertanian dengan rangkaian kebijakan struktural yang telah berjalan.
“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran juga menyoroti bahwa PDB sektor pertanian sepanjang 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menjadikan sektor ini salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Momentum itu, menurut Mentan, terbawa ke awal 2026 dan tercermin dalam stabilnya bobot pertanian dalam struktur PDB. (sat)




