a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Swasembada Pangan Tercapai, Penerimaan Bea Masuk Sektor Pangan Anjlok

BPS Sebut Sektor Pertanian Berkontribusi 12,6 Persen

7 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor pertanian berkontribusi terhadap PDB sebesar 12,67 persen pada Kuartal I 2026. Sedangkan pertumbuhannya mencapai 10,52 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, ada lima lapangan usaha yang berkontribusi terbesar terhadap PDB yaitu, industri pengolahan (19,07 persen), perdagangan (13,28 persen), pertanian (12,67 persen), konstruksi (9,81 persen), dan pertambangan (8,69 persen).

“Total kelima lapangan usaha mencakup sekitar 63,52 persen dari total PDB,” kata Amalia dalam keterangannya, dikutip Rabu (6/5/2026).

Dari sisi sumber pertumbuhan, sektor pertanian memberikan kontribusi 0,55 poin persentase, berada di urutan ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan.

Angka ini perlu dibaca dalam perspektif yang tepat. Dimana setahun sebelumnya, pertanian menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,11 poin persentase.

“Sektor pertanian tumbuh sebesar 10,52 persen. Ini karena didukung oleh panen raya dan meningkatnya produksi tanaman padi dan jagung,” ujar Amalia.

Tingginya capaian tahun lalu membuat kontribusi pada Q1 2026 terlihat lebih rendah. Padahal, peran sektor pertanian tetap stabil, nyaris tidak berubah, dari 12,66 persen menjadi 12,67 persen.

Amalia menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan besarnya distribusi lima sektor lapangan usaha utama disebabkan oleh meningkatnya permintaan domestik di awal tahun.

“Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang sedang menguat,” jelas Amalia.

Amalia juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, jauh melampaui proyeksi konsensus para analis yang memperkirakan pertumbuhan di kisaran 5,3 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 bila dibandingkan triwulan I-2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,” ujar Amalia.

Angka ini menandai akselerasi signifikan dibandingkan Kuartal I 2025 yang hanya tumbuh 4,87 persen. Di balik angka agregat tersebut, sektor pertanian kembali membuktikan diri sebagai salah satu fondasi utama perekonomian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian semakin kuat dan berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional.

“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” ujar Mentan Amran.

Mentan juga mengaitkan stabilitas sektor pertanian dengan rangkaian kebijakan struktural yang telah berjalan.

“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyoroti bahwa PDB sektor pertanian sepanjang 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menjadikan sektor ini salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Momentum itu, menurut Mentan, terbawa ke awal 2026 dan tercermin dalam stabilnya bobot pertanian dalam struktur PDB. (sat)

Tags: BPSMentan Andi Amran SulaimanSektor Pertanian

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Setara Cita Expo 2025 Dikunjungi Raturan Orang

Setara Cita Expo 2025 Dikunjungi Raturan Orang

1 Desember 2025
Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

28 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.