a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

dok Pertamina

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

29 April 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – PT Pertamina (Persero) mempekuat kolaborasi mengembangkan produksi bioetanol bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, dan PT Medco Energi Internasional Tbk.

“Implementasi bioetanol ini tidak bisa ditunda lagi. Target E20 pada 2028 membutuhkan lompatan besar, baik dari sisi pasokan maupun infrastruktur,” ungkap Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiya Dewi dikutip Rabu (29/4/2026).

Karena itu, lanjut Eniya, kolaborasi seperti yang dilakukan ini menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan produksi, kepastian offtaker, serta ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

“Dalam situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, sumber energi terbaik adalah yang berasal dari dalam negeri. Kolaborasi ini membuka jalan bagi pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi domestik,” ujar Agung.

Melalui sinergi Pertamina Group dengan sektor perkebunan dan mitra strategis, Agung ptimistis program bioetanol dapat mendorong substitusi impor dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Sementara itu, CEO Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa pengembangan bioetanol merupakan bagian dari roadmap strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional.

John menyebutkan, kebutuhan bioetanol nasional untuk mencapai target E20 pada 2028 diperkirakan mencapai 3 hingga 5 juta kiloliter.

“Untuk itu diperlukan pembangunan sejumlah fasilitas produksi di berbagai wilayah dengan pendekatan multi feedstock dan multi distribution dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku yang berbeda di setiap daerah serta potensi kearifan lokal,” ujar John.

Menurut Agung, kebutuhan tersebut memerlukan dukungan dari sisi hulu untuk memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menegaskan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bioetanol terintegrasi dari hulu ke hilir.

Menurut Denaldy, pengembangan bioetanol tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, termasuk kepastian pasar bagi petani dan stabilitas pasokan bagi industri.

“PTPN akan memastikan ketersediaan feedstock, sementara Pertamina mendorong hilirisasi energi. Ini bukan sekadar proyek, tetapi upaya bersama untuk membangun masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tambah Denaldy.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) strategis oleh Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) bersama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui PT Medco Intidinamika, di Jakarta, Senin (27/04/2026),.

Penandatanganan ini mencakup revitalisasi pabrik bioetanol di Lampung berbasis multi-feedstock, pembangunan pabrik bioetanol baru di Bone, Sulawesi Selatan, serta pengembangan pabrik bioetanol berbasis molase bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PTPN III.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi mandatori bioetanol menuju E20 pada 2028 guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Kolaborasi ini menyatukan kekuatan lintas sektor, di mana PTPN III berperan dalam penyediaan dan pengelolaan bahan baku (feedstock) berbasis komoditas perkebunan, Medco memperkuat pengembangan industri dan infrastruktur, serta Pertamina melalui PNRE mendorong hilirisasi dan pemanfaatan bioetanol sebagai energi bersih.

Kesepakatan pertama mencakup kerja sama antara PNRE, PTPN III, dan Medco untuk revitalisasi pabrik bioetanol di Lampung dengan kapasitas dan rantai pasok berbasis multi-feedstock, termasuk ubi kayu dan komoditas lainnya.

Selanjutnya, kerja sama kedua antara PNRE dan PTPN III berfokus pada pembangunan pabrik bioetanol baru di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan dukungan pengembangan lahan dan rantai pasok bahan baku berbasis ubi kayu, jagung, dan tebu.

Adapun kerja sama ketiga antara Pertamina NRE dan Sinergi Gula Nusantara diarahkan pada pengembangan pabrik bioetanol berbasis molase yang terintegrasi dengan industri gula nasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina secara berkelanjutan telah mendorong pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi, mulai dari pembangunan pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi.

Kemudian, pembangunan pabrik bioetanol bersama Toyota Tsusho di Lampung, pengembangan pilot project berbasis aren di Garut yang melibatkan kelompok perhutanan sosial, hingga penguatan kolaborasi global melalui kerja sama internasional dan investasi strategis di sektor energi terbarukan. (fad)

Tags: BioetanolPT Medco EnergiPT PertaminaPTPN III

Related Posts

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Rencana pemerintah terkait perluasan kawasan tebu, jagung dan ubi seluas dua juta hektare untuk bahan...

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan tebu dari hulu guna memastikan ketersediaan bahan baku bioetanol nasional...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pengembangan Potensi Kopi di Kawasan Transmigrasi Perlu Pendampingan

Pengembangan Potensi Kopi di Kawasan Transmigrasi Perlu Pendampingan

7 Juni 2025
Mdm. Izzana Salleh Sekjen CPOPC yang Baru

Mdm. Izzana Salleh Sekjen CPOPC yang Baru

29 Mei 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.