PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan daya saing hilirisasi industri agro nasional di kancah global. Salah satunya melalui pelepasan ekspor perdana produk olahan kakao dan cokelat ke Perancis yang berlangsung pada beberapa waktu lalu.
“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk kakao dan cokelat Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Selain itu, kata Menperin, pelepasan ekspor sekaligus menunjukkan bahwa industri pengolahan dalam negeri mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Ekspor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat penetrasi produk olahan pangan Indonesia ke pasar Eropa, sekaligus mencerminkan meningkatnya kapasitas industri dalam negeri dalam memenuhi standar mutu dan kebutuhan pasar internasional.
Menperin mengatakan, keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri agro lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara.
“Kami memacu semakin banyak industri nasional yang mampu menembus pasar ekspor melalui produk hilir bernilai tambah, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menperin.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, mengatakan, ekspor perdana olahan kakao ini merupakan wujud nyata dari penguatan hilirisasi industri kakao nasional.
“Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke pasar Prancis ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global,” ujar Putu.
Hal ini, tambah Putu, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria mengungkapkan, penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor hulu, khususnya petani kakao.
“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” pungkas Merrijantij.
Kemenperin berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta penetrasi pasar ekspor.
Pemerintah juga akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan, fasilitasi, dan penguatan ekosistem industri guna mendorong pertumbuhan ekspor produk olahan kakao dan cokelat Indonesia. (fad)




