a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pasokan Kelapa dari Petani Anjlok 60 Persen

Komoditas Unggulan Berpotensi Besar Dikembangkan Melalui Hilirisasi

29 Maret 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO), dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi.

Mentan Amran menyebutkan, produk turunan seperti minyak olahan, santan, coconut water, hingga produk turunan industri lainnya dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan dibandingkan produk mentah.

“Kelapa kita kuasai dunia, nomor satu dunia. Masalahnya adalah kelapa dikirim bulat-bulat,” ujar Mentan Amran dikutip Minggu (29/3/2026).

Menurut Amran, jika kelapa diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, coconut water, nilainya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat.

“Air kelapa saja sekarang dijual mahal di luar negeri hanya karena packaging, padahal bahan bakunya dari Indonesia.” kata Mentan.

Selain kelapa, lanjut Amran, Indonesia juga menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia, namun masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.

“Gambir itu 80 persen kita suplai dunia. Tapi yang dikirim setengah jadi. Kalau kita hilirisasi, nilainya ribuan triliun. Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu.” ungkap Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyinggung potensi besar hilirisasi kelapa sawit (CPO) yang menurutnya dapat mengubah peta ekonomi dunia karena Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO dunia.

“Kalau CPO kita olah semua menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan.” sebut Mentan Amran.

Mentan menegaskan hilirisasi sebagai kunci utama untuk memperkuat ekonomi nasional, kemandirian energi, serta ketahanan pangan di tengah dinamika global.

Mentan Amran menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus masuk pada tahap hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.

Menurut Amran, hilirisasi tidak hanya akan memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

Amran mengatakan, perjuangan menuju swasembada dan hilirisasi tidak selalu mudah karena ada pihak-pihak yang tidak senang ketika Indonesia berhenti impor dan mulai mandiri.

Namun, Mentan memastikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program hilirisasi, swasembada pangan, dan kemandirian energi sesuai arahan Presiden.

“Tidak semua orang senang kalau kita swasembada. Tapi kita akan lanjutkan perjuangan ini. Kita akan jadikan Indonesia besar melalui pangan, energi, dan hilirisasi. Di situlah masa depan ekonomi Indonesia.” ujar Mentan. (sat)

Tags: cpoGambirHilirisasi perkebunankelapaMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Astra Agro Raih Anugerah Ekonomi Hijau

Astra Agro Raih Anugerah Ekonomi Hijau

16 Agustus 2025
Kopi Arabika Gayo Siap Ekspor ke AS

Kopi Arabika Gayo Siap Ekspor ke AS

4 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.