PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah terus perkuat hulu hingga hilir untuk mempercepat swasembada gula nasional, seperti di pengembangan kawasan tebu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto mengatakan, pemerintah memperkuat program Bongkar Ratoon dan Perluasan Tanaman Tebu sebagai strategi utama peningkatan produktivitas.
Heru menegaskan bahwa Kabupaten Grobogan telah memasuki tahap penting berupa distribusi benih, pengolahan lahan, dan penanaman.
“Disiplin pelaksanaan itu kunci. Semua elemen—pemerintah daerah, penyuluh, pabrik gula, dan kelompok tani—harus bergerak serempak agar target 2025 tercapai tepat waktu,” ujar Heru dikutip Rabu (3/12/2025).
Heru menyebutkan, pada 2025 alokasi Bongkar Ratoon dan perluasan tebu nasional mencapai 100.453 hektare (ha), terdiri dari 5.528 ha perluasan dan 94.925 ha bongkar ratoon.
Untuk Provinsi Jawa Tengah, lanjut Heru, pengembangan kawasan ditetapkan seluas 12.076 hektare, termasuk target 572 hektare untuk Kabupaten Grobogan.
Menurut Heru, pelaksanaan Tanam Bersama Pengembangan Kawasan Tebu Tahun 2025 di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, menjadi langkah awal penguatan produksi tebu nasional untuk mendukung pemenuhan gula konsumsi dan akselerasi swasembada.
Pada kegiatan tanam bersama, petani di Grobogan menerima bantuan benih varietas Bululawang (BL) yang memiliki potensi hasil 94,3 ton per hektare dan rendemen 7,51 persen, disertai dukungan biaya operasional 40 HOK per hektare. Varietas ini dikenal kokoh dan adaptif, terutama untuk perbaikan produktivitas kebun rakyat.
Di kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi perkebunan, termasuk tebu, menjadi prioritas karena menyangkut ketahanan pangan strategis.
“Kita tidak boleh lagi bergantung pada impor gula. Hulu dan hilir harus dibenahi bersamaan,” ujar Amran.
Amran menekannkan, produktivitas tebu harus naik, kemitraan dengan pabrik gula diperkuat, dan efisiensi industri harus ditingkatkan. Indonesia punya kapasitas untuk swasembada gula, asal semua pihak fokus dan bekerja cepat.
Amran juga menilai bahwa pengembangan tebu di daerah sentra seperti Jawa Tengah akan memberi dampak langsung pada peningkatan pasokan bahan baku industri gula nasional.
“Kita bangun dari kebun rakyat sampai pabriknya. Ini bukan hanya soal produksi, tapi memastikan sektor tebu memberi nilai tambah yang kembali ke petani dan ekonomi lokal,” tambah Amran. (sat)




