PERKEBUNAN INDONESIA – Ekspor produk kopi Indonesia ke Korea Selatan nilainya meningkat 5,70 persen. Pada periode Januari — September 2025, ekspor kopi Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD 13,04 juta.
Dalam Seoul Internasional Café Show 2025 (Café Show) 2025, Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi USD 3,18 juta, atau sekitar Rp 52,47 miliar selama empat hari pameran.
Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Marviana Sendi Siregar, menyambut baik eksportir Indonesia dalam Café Show 2025 yang menghadirkan delapan varian kopi Indonesia untuk diperkenalkan kepada konsumen Korea Selatan.
“Melalui Café Show 2025, banyaknya jenis kopi yang dipamerkan semakin memperkenalkan konsumen Korea Selatan kepada kekayaan cita rasa kopi Indonesia,” ungkap Marviana dikutip Minggu (30/11/2025).
Menurut Marviana, selama ini sebagian besar konsumen di Korea Selatan telah mengenal kopi mandailing.
Delapan jenis kopi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia, yaitu Mandeling G1, West Java, Mandeling Gayo Wet Hulled, Bali, Java Halu, Tobalu Wash, Tobalu Natural, dan Gayo Full Wash.
Kedelapan jenis kopi tersebut dibawa empat eksportir kopi dari Indonesia, yaitu PT Imela Jaya Bersama, PT Iceh Agro Indonesia, Koperasi ETIKA Enrekang, dan Halu Kopi yang berkolaborasi dengan JN Beans.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan Husodo Kuncoro Yakti mengatakan, capaian potensi transaksi selama Café Show2025 merupakan hasil kolaborasi promosi dan penjajakan buyer.
“Salah satu keberhasilan penyelenggaraan pameran tahun ini adalah ditandatanganinya MoU antara Koperasi ETIKA Enrekang dan Skyone Networks sebagai tindak lanjut kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya antara ITPC Busan dan Pemerintah Kota Goyang,”ungkap Husodo.
Selama Café Show 2025, Paviliun Indonesia turut mengadakan blind test coffee tasting untuk delapan jenis kopi kepada para pengunjung stan yang dipilih secara acak.
Wakil Kepala ITPC Busan, Agung Budiantho mengungkapkan, 22 persen peserta blind test coffee tasting memilih kopi dengan tingkat keasaman rendah dan aroma tebal, disertai cita rasa kacang (nutty) dan coklat.
Dari blind test, varian favorit pengunjung adalah kopi mandailing. Menurut Agung, hal ini selaras dengan fakta bahwa jenis tersebut telah dikenal lebih dulu oleh konsumen Korea Selatan.
Menurut Agung, Blind test coffee tasting kepada pengunjung bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data preferensi konsumen Korea Selatan. Dari blind test, diperoleh informasi bahwa mandailing menjadi jenis kopi yang paling banyak dipilih.
“Hasil dari blind testini akan bermanfaat sebagai salah satu referensi bagi ITPC Busan dalam mempersiapkan berbagai promosi kopi,” tambah Agung.
Partisipasi Indonesia dalam Café Show 2025 berlangsung pada 19—22 November 2025 di COEX, Seoul, Korea Selatan merupakan hasil kolaborasi (KBRI) di Seoul berkolaborasi dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan. (fad)




