Perkebunanindonesia.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggandeng Solidaridad memberdayakan perempuan di desa.
Ketua GAPKI Bidang Ketenagakerjaan Sumarjono Saragih mengatakan, terus bergerak dan memperluas dampak project pemberdayaan perempuan.
Menurut Sumarjono, NGO Belanda tersebit punya pengalaman panjang dan program pendampingan perempuan petani dan buruh tani di ekosistem sawit.
PoweRRR Project, kolaborasi baru GAPKI-SOLIDARIDAD. Resmi dimulai melalui acara Kick-off Meeting tanggal 23 Oktober 2025 di Samarinda.
“Proyek ini akan meliputi pelatihan budidaya kebun GAP (Good Agriculture Practices), literasi keuangan, kesadaran K3 dan juga pengasuhan anak,” ujar Sumarjono dikutip Sabtu (25/10/2025).
Lebih lanjut Sumarjono mengatakan, proyek ini akan menjangkau 3.500 perempuan sampai akhir 2026. Perempuan petani pemilik dan perempuan buruh tani.
Sebagai pilot project akan dimulai di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser di Provinsi Kalimantan Timur.
Proyek ini mendapat dukungan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan saat audiensi tanggal 2 Oktober 2025 di Jakarta.
Lebih strategis lagi melibatkan serikat buruh yang tergabung dalam Jejaring Serikat Buruh JAPBUSI dan JAGA SAWITAN. Pengusaha, Buruh dan NGO bekerjasama.
“Bukti GAPKI sebagai organisasi yang terbuka. Melakukan aksi dan inisiatif progresif serta konsisten,” ujar Sumarjono.
Menurut Sumarjono, perempuan adalah pilar penting industri sawit. Mereka bagian dari 16 juta total pekerja sawit nasional dan nenopang ragam aktivitas.
Dari peran eksekutif, pekerja perusahan hingga petani dan buruh tani. Industri sawit pun terus berupaya mewujudkan terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender.
“Ini bukan saja soal bagian dari pemenuhan standar sawit berkelanjutan dan kepatuhan hukum. Lebih dari itu, bukti nyata industri sawit penting dan penopang mimpi Indonesia Emas 2045,” urai Sumarjono.
Perempuan berdaya, haknya dihormati, dipenuhi dan dilindungi. “Ini jadi fondasi penting dan kontribusi nyata dari industri sawit yang ada di perdesaan,” kata Sumarjono.
Sumarjono menambahkan, proyek ini sejalan dengan angenda Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, membangun dari desa. (yer)




