Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) lalukan penanaman perdana padi gogo secara tumpang sisip pada lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Banten untuk terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional melalui berbagai inovasi pemanfaatan lahan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa integrasi antara tanaman pangan dan perkebunan merupakan terobosan penting untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
“Lahan peremajaan sawit rakyat jangan sampai dibiarkan kosong. Dengan tumpang sisip padi gogo, kita dapat menambah produksi beras sekaligus memberikan nilai ekonomi tambah bagi petani,” ujar Amran, Rabu (27/8/2025).
Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto menambahkan, peremajaan sawit rakyat tidak hanya berdampak pada keberlanjutan perkebunan, tetapi juga mendukung produksi pangan nasional.
“Integrasi ini membuka peluang besar bagi petani untuk memperoleh pendapatan tambahan sambil menunggu tanaman sawit menghasilkan,” ujar Heru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Kementan untuk mengoptimalkan lahan perkebunan agar dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung program swasembada pangan.
Penanaman padi gogo dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Suka Tani Desa Panacaran, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Lahan padi gogo merupakan bagian dari total luas Calon Pekarangan Calon Lahan (CPCL) Kecamatan Munjul seluas 850 hektare (ha).
Penanaman ini sebagai simbolis penanaman pada September hingga Oktober sambil menunggu musim penghujan mulai tinggi di Banten.
Ketua Kelompok Tani Suka Tani I Desa Panacaran Sumarna mengatakan, Pandeglang memiliki potensi lahan kering yang luas.
“Kehadiran program padi gogo tumpang sisip ini akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan produksi padi di daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional,” ungkap Sumarna.
Dalam mendukung program ini, Kementan telah menyalurkan bantuan sarana produksi dan distribusi benih untuk periode tanam bulan September – Oktober.
Distribusi benih varietas Inpago 13 Fortiz di Kabupaten Pandeglang telah rampung pada Juli 2024 dengan jumlah 217.840 kilogram untuk lahan seluas 10.829 ha.
Selanjutnya, pada Agustus 2025, distribusi herbisida sebanyak 21.784 liter juga telah selesai, sementara pestisida akan disalurkan setelah proses tanam berjalan optimal.
Secara keseluruhan, alokasi CPCL padi gogo di Provinsi Banten tahun anggaran 2025 mencapai 15.354 ha terdiri dari 10.829 ha di Kabupaten Pandeglang, 4.389 ha di Kabupaten Lebak, dan 136 ha di Kabupaten Serang.
Dengan sinergi lintas subsektor ini, pemerintah optimistis program integrasi padi gogo pada lahan PSR akan menjadi percontohan nasional.
“Langkah strategis seperti ini menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga keberlanjutan perkebunan kita,” tutup Heru. (sat)





https://shorturl.fm/cuI4i