a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemitraan Mendukung Keberlanjatan Sektor Sawit

Kemitraan Mendukung Keberlanjatan Sektor Sawit (dok Kementan)

Kementan Menilai Kemitraan Mendukung Keberlanjutan Sektor Sawit

23 Agustus 2025
2
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menilai pentingnya kemitraan yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan dalam mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit Indonesia, termasuk pelaku usaha.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, hilirisasi menjadi kunci dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan petani.

Mentan Amran menyampaikan strategi hilirisasi perkebunan meliputi diversifikasi produk, penguatan kemitraan, perluasan akses pasar, diplomasi perdagangan internasional, sertifikasi, serta peningkatan mutu dan keamanan pangan.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Abdul Roni Angkat mengatakan, di balik kontribusinya yang besar, sektor sawit masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari isu tata kelola berkelanjutan, sertifikasi, deforestasi, hingga dinamika pasar global yang fluktuatif.

“Sawit, sebagai salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan, terbukti berperan besar dalam menopang devisa negara, menyerap jutaan tenaga kerja, dan menggerakkan perekonomian di berbagai daerah,” ungkap Roni dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Roni, komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendorong sektor kelapa sawit sebagai pilar utama perekonomian dan ketahanan pangan nasional tidak pernah surut.

“Namun, diperlukan terobosan komprehensif agar produktivitas, khususnya kebun rakyat, dapat terus meningkat,” tambah Roni.

Sebagai informasi, saat ini, luas tutupan perkebunan kelapa sawit nasional mencapai 16,83 juta hektare (ha), dengan 58 persen (9,89 juta ha) dikelola oleh perkebunan besar swasta maupun negara, dan 42 persen (6,9 juta ha) dikelola oleh perkebunan rakyat.

Produktivitas kebun rakyat yang masih rendah, yakni sekitar 3–4 ton per hektar setara CPO, menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi melalui peningkatan kemitraan.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Baginda Siagian mengungkapkan, pihaknya menekankan pentingnya memperkuat empat pilar kemitraan sawit. Pertama, Kemitraan Usaha – memperkuat skema inti-plasma, transfer teknologi, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kedua, Kemitraan Lingkungan – menjaga keberlanjutan melalui praktik ramah lingkungan, zero burning, dan traceability rantai pasok.

Ketiga, Kemitraan Pemasaran – memperluas akses pasar global dengan menampilkan narasi positif sawit Indonesia.

Keempat, Kemitraan Riset dan Inovasi – kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam pengembangan bibit unggul, produk turunan bernilai tambah, dan teknologi efisiensi.

Selain itu, Baginda menambahkan integrasi perkebunan sawit dengan sektor peternakan dan tanaman pangan melalui sistem integrasi sawit-sapi serta tumpang sari (padi gogo, jagung) dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan nasional. (sat)

Tags: cpoDitjen PerkebunanKementanKemitraanMentan Andi Amran Sulaimansawit

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Comments 2

  1. Beryl3552 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/oCpOP

    Reply
  2. Lance3012 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/cRVMP

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BRIN dan Mars Dorong Transformasi Kakao Indonesia Lewat Varietas Unggul

BRIN dan Mars Dorong Transformasi Kakao Indonesia Lewat Varietas Unggul

30 Mei 2025
Harga Referensi CPO

Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO April 2026 Naik

1 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.