a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Hilirisasi Perkebunan Naikan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani (dok Kementan)

Hilirisasi Perkebunan Naikan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani (dok Kementan)

Kementan Tancap Gas Percepat Hilirisasi Perkebunan

15 Agustus 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas mempercepat hilirisasi perkebunan dengan merangkul petani, pelaku usaha perkebunan, hingga industri pengolahan.

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menetapkan peta jalan hilirisasi 2025–2027 yang difokuskan pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah, dan daya saing komoditas strategis nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto dengan mengumpulkan petani serta pelaku usaha perkebunan, guna menyelaraskan langkah dalam memperkuat hilirisasi sektor perkebunan.

Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kami ingin petani mendapatkan nilai tambah dari hasil perkebunan mereka,” ujar Mentan Amran, dikutip Kamis Rabu (14/8/2025).

Dalam beberapa kesempatan, Mentan Amran menyampaikan strategi hilirisasi perkebunan yang meliputi diversifikasi produk, penguatan kemitraan, perluasan akses pasar, diplomasi perdagangan internasional, sertifikasi, serta peningkatan mutu dan keamanan pangan.

“Pupuk sudah oke, kredit dapat diakses, subsidi bibit disediakan. Perintah Bapak Presiden jelas, tingkatkan kesejahteraan petani khususnya pekebun tebu, kakao, kelapa,kopi, jambu mete, pala dan lada,” jelas Mentan Amran.

Amran menegaskan, petani tidak boleh lagi hanya menjual bahan mentah. “Kita dorong industri di dalam negeri untuk menyerap hasil perkebunan sehingga nilai tambahnya tinggal di Indonesia,” tukasnya.

Baca juga : Kementan Dorong Percepatan Hilirisasi Perkebunan

Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, menambahkan bahwa pihaknya telah mengusulkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk tahun 2025-2027 guna mendukung kegiatan hilirisasi.

“Anggaran ini akan difokuskan pada sarana dan prasarana produksi di hulu untuk memastikan ketersedian bahan baku dan agar rantai pasok perkebunan semakin efisien,” jelas Ali.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat mengatakan, program hilirisasi akan difokuskan pada komoditas unggulan seperti tebu, kelapa, kakao, kopi, lada, pala, dan jambu mete.

“Kita ingin hilirisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, industri, dan pasar global,” ujar Roni.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Rp40 Triliun untuk Hilirisasi Perkebunan

Sementara itu, Direktur Utama PTPN 1 Teddy Yunirman Danas menyatakan kesiapan industri pengolahan untuk mendukung langkah Kementan.

“Kami memastikan kesiapan pabrik pengolahan modern untuk menyerap hasil perkebunan dalam negeri, termasuk melalui pembangunan dan revitalisasi fasilitas produksi,” kata Teddy.

Untuk mencapai target ekspor ratusan triliun rupiah pada 2029, Kementan menyiapkan tambahan (ABT) 2025–2027, mencakup pengembangan kawasan, benih unggul, pupuk, penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP).

Selain itu juga deregulasi seperti revisi Permentan Nomor 50/2015 tentang benih perkebunan, penetapan pupuk ZA bersubsidi untuk tebu, dan penyempurnaan aturan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus tebu.

Kementan optimistis strategi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen dan pengekspor utama produk perkebunan dunia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor, serta tentunya mensejahterakan petani Indonesia. (sat)

Tags: Ditjen PerkebunanHilirisasi perkebunanJambu meteKakaokelapaKementankopiPala

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan

Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan

19 Maret 2026
UKW Angkatan ke-17 INDOPOSCO Lahir Jurnalis Berintegritas dan Bernurani

UKW Angkatan ke-17 INDOPOSCO Lahir Jurnalis Berintegritas dan Bernurani

6 Oktober 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.