a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan Sebut Konsumen Kini Cenderung Beli Beras ke Pasar Tradisional

Mentan Sebut Konsumen Kini Cenderung Beli Beras ke Pasar Tradisional (dgok IG @a.amran)

Mentan Amran Sebut Konsumen Kini Cenderung Beli Beras ke Pasar Tradisional

14 Agustus 2025
1
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebut konsumen kini cenderung beralih membeli beras dari pasar modern ke pasar tradisional dan eceran setelah adanya kasus beras oplosan.

“Yang terjadi saat ini adalah ‘pesta’ penggilingan kecil karena pasokan melimpah. Terjadi hukum pasar,” ungkap Mentan Amran, Rabu (13/8/2025).

Amran mengatakan, pemerintah ingin agar usaha kecil tidak tertindas, sehingga ekonomi kerakyatan tetap berjalan.

Menurut Amran, stok beras di pasar tradisional melimpah, memberikan keuntungan bagi penggilingan kecil dan pedagang.

Mentan menilai, kondisi ini positif karena mendorong transparansi harga, memperkuat pelaku usaha kecil, serta tetap menjamin ketersediaan stok beras.

“Kondisi ini justru menurut pedagang dan penggilingan kecil menjadi berkah bagi mereka. Penggilingan kecil dan pengecer bahagia, ” ujar Amran.

Mentan Amran menjelaskan pabrik besar cenderung membeli gabah dengan harga lebih tinggi, Rp6.700–Rp7.000 per kilogram (kg), dibanding pabrik kecil yang membeli sekitar Rp6.500/kg.

Menurut Amran, kondisi ini kerap membuat pabrik kecil kesulitan memperoleh gabah. Pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan usaha penggilingan kecil demi mendukung ekonomi rakyat.

Mentan Amran juga menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman, dengan surplus mencapai 3,9 juta ton.

Setelah operasi pasar melalui Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,3 juta ton. Pasokan akan terus digelontorkan ke pasar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pedagang kecil.

“Ini akan membentuk struktur pasar baru yang lebih menguntungkan produsen dan konsumen,” kata Amran.

Di pasar tradisional, lanjut Amran, harga beras medium sekitar Rp13.000/kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding premium di pasar modern yang mencapai Rp17.000–Rp18.000/kg.

Baca juga : Operasi Pasar Beras SPHP akan Dimasifkan

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta Bulog mempercepat operasi pasar beras melalui SPHP. Saat ini distribusi SPHP mencapai sekitar 2.500 ton per hari.

“Kami minta SPHP disalurkan langsung ke pasar. Kalau lewat bazar, prosesnya terlalu lambat,” ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Tata Kelola Perberasan di Jakarta.

Menurut Zulhas, pasar merupakan saluran paling efektif untuk penyaluran SPHP. Tata niaga beras SPHP sejauh ini berjalan baik.

“Saat saya keliling, SPHP belum sepenuhnya sampai karena butuh persiapan. Idealnya, bisa tersalurkan 10 ribu ton per hari sehingga sebulan mencapai 300 ribu ton,” jelas Zulhas.

Zulhas optimistis distribusi beras SPHP akan meningkat saat memasuki masa panen raya. Sekarang sudah bisa 2.500 ton.

“Kita nunggu panen gadu. Panen itu bulan depan ya, September ini. Ini masih ada 3 minggu menuju September yang sudah masuk gadu panen, sudah banyak lagi gabahnya,” pungkas Zulhas. (sat)

Tags: BerasBeras SPHPMenteri Pertanian

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Comments 1

  1. Ping-balik: Mentan Amran Optimistis Penurunan Harga Beras Berlanjut - perkebunanindonesia.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Tingkatkan Produktivitas, BPDP Gandeng Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan SDM Pekebun Sawit Sumsel

24 Juni 2026
Kementan Sebut Beras Food Station tak Sesuai Standar

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Praktik Mafia Pangan

24 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.