a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Indonesia – Belarus Perkuat Kemitraan Sektor Industri, Termasuk Sawit

Indonesia – Belarus Perkuat Kemitraan Sektor Industri, Termasuk Sawit (dok Kemenperin)

Indonesia – Belarus Perkuat Kemitraan Sektor Industri, Termasuk Sawit

7 Agustus 2025
2
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Pemerintah Indonesia dan Republik Belarus sepakat untuk memperkuat kemitraan  sektor industri melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya industri agro, seperti sawit (biofeul), karet.

Menindaklanjuti hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko di Minsk pada 15 Juli 2025 lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus,

“Jadi ini merupakan sebuah hal yang segar bagi penguatan hubungan antara Indonesia dan Belarus,” ujar Menperin dalam keterangan resminya seusai pertemuan dengan Menlu Republik Belarus di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Menperin menyampaikan, Belarusia merupakan bagian dari kawasan Eurasia, yang saat ini tengah dijajaki secara intensif oleh Indonesia untuk menjalin kerja sama melalui perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (IEAEU).

“Penandatanganan perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia. Kami melihat potensi negara-negara Eurasia cukup kuat, dan produk kita memiliki peluang besar untuk mengisi pasar tersebut,” jelas Agus.

Menurut Agus, Belarusia sebagai salah satu negara yang penting yang ada di kawasan Eurasia, akan memainkan peran penting dalam membantu percepatan penandatangan kerja sama tersebut, sehingga bisa memperkuat hubungan ekonomi, termasuk hubungan dagang dengan Indonesia.

Kendati nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarusia masih tergolong kecil, Menperin optimistis terdapat ruang pertumbuhan yang besar.

Indonesia belum menjadi mitra dagang utama Belarusia, sehingga diperlukan strategi diversifikasi pasar untuk memperkuat ekspansi produk nasional ke kawasan tersebut.

“Saya kira target trading antara Indonesia dengan Belarusia, kalau kita tetapkan dalam 2-3 tahun bisa naik lima kali lipat, itu nggak hal yang berlebihan ya,” ungkap Agus.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas potensi pembentukan joint venture di sektor-sektor strategis seperti otomotif dan komponen, alat berat dan mesin pertanian, industri berbasis agro seperti produk sawit, karet, dan biofuel, industri metalurgi, serta pengembangan kawasan industri dan ekosistem Industri 4.0.

Menperin menegaskan, pemerintah siap memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan Belarusia dalam format Business to Business (B2B). Disepakati juga akan dibentuk joint economic committee antara Indonesia dan Belarusia.

“Komite ini nanti di bawah payung kerja sama ekonomi bersama yang disebut dengan sub-manufaktur, sub-joint committee on industry. Itu yang nanti akan kita kembangkan juga,” kata Menperin.

Menperin menilai, kerja sama ini memiliki prospek yang menjanjikan, mengingat mayoritas perusahaan manufaktur di Belarusia merupakan perusahaan milik negara (state-owned), sehingga proses negosiasi bisa lebih terfasilitasi melalui pendekatan antar-pemerintah.

“Kami optimis bahwa melalui pelaksanaan kerja sama yang terstruktur dan saling menguntungkan ini, Indonesia dan Belarus dapat mewujudkan kemitraan industri yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Menperin. (far)

Baca juga : Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Komoditas Perkebunan

Tags: industri agroKaretMenteri Perindustriansawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Comments 2

  1. Ping-balik: Indonesia Dorong Tingkatkan Ekspor CPO dan Kelapa ke Selendia Baru - perkebunanindonesia.com
  2. Tiffany4000 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/Wx6Pj

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Publik Diminta Kawal Ketat Bantuan Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatera

Publik Diminta Kawal Ketat Bantuan Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatera

10 Desember 2025
Jhonlin Bangun Pabrik Minyak Goreng Berkapasitas 160 Ton Per Hari

Jhonlin Bangun Pabrik Minyak Goreng Berkapasitas 160 Ton Per Hari

12 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.