Perkebunanindonesia.com – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) melaporkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebesar 505 ribu ton pada semester pertama 2025. Dibanding pada periode tahun sebelumnya, produksi TBS Lonsum turun 2 persen.
Meski begitu produksi minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) mengalami kenaikan 6 persen menjadi 130 ton seiring dengan kenaikan TBS dari eksternal.
“Pada semester pertama tahun 2025, Lonsum mencatat kinerja yang positif meskipun menghadapi tantangan agribisnis yang berlanjut terutama volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca, dan ketidakpastian global,” ungkap Presiden Direktur Lonsum Tan Agustinus Dermawan dalam keterangan resminya, dikutip Senin (4/8/2025).
Agustinus mengatakan, Lonsum tetap berkomitmen, di antaranya, terhadap pengendalian biaya, efisiensi operasional dan prioritisasi investasi modal, dengan berfokus pada peningkatan produktivitas serta menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan.
Dalam laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025, Lonsum membukukan penjualan sebesar Rp2,32 triliun di pada semester 1 2025, atau naik 29 persen yoy, terutama karena kenaikan harga jual rata-rata produk sawit.
Laba bruto meningkat 54 persen yoy menjadi Rp926 miliar, laba usaha naik 17 persen yoy menjadi Rp715 miliar dan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 19 persen yoy menjadi Rp714 miliar.
Core profit tumbuh 54% persenyoy menjadi Rp791 miliar. Lonsum tidak ada pendanaan melalui hutang bank pada tanggal 30 Juni 2025.
Kelapa sawit merupakan komoditas utama Lonsum dan komoditas lainnya adalah karet, kakao dan teh. Total lahan tertanam inti yang dimiliki Lonsum mencapai 111.367 hektare (ha) berlokasi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Jawa.
Total lahan perkebunan kelapa sawit inti mencapai 91.152 ha, yang terdiri dari 84.941 ha Tanaman Menghasilkan (TM) dan 6.211 ha Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Lonsum mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit, 3 lini produksi karet remah dan 2 lini produksi karet lembaran, 1 pabrik kakao dan 1 pabrik teh.
Kemitraan plasma kelapa sawit dan karet seluas 35.779 ha. Lonsum mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 2,7 juta ton per tahun.
Lonsum juga mengelola komoditas lain seluas 3.984 hektar yang sebagian besar perkebunan kakao dan teh. Perkebunan kakao seluas 2.822 ha terletak di Sulawesi Utara dan Jawa Timur. Sedangkan perkebunan teh seluas 866 ha berada di Jawa Barat.
Lonsum mengoperasikan 1 pabrik kakao dan 1 pabrik teh. Produk teh Lonsum dengan merek Kahuripan. Lonsum 1908 menawarkan beragam pilihan produk teh ke pasar dalam rangka memberikan pengalaman yang berbeda kepada konsumen dalam menikmati produk teh berkualitas. (far)





https://shorturl.fm/Cu3MB