Perkebunanindonesia.com – Penjualan saham emiten PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) di pasar reguler maupun pasar tunai diberhentikan lagi sementara mulai tanggal 31 Juli 2025.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai terjadinya peningkatan harga pada transaksi perdagangan saham perusahaan sawit milik anak Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 31 Juli 2025 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulis otoritas bursa dalam pengumumannya tertanggal Rabu (30/7/2025).
BEI menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Sebelumnya, otoritas bursa juga telah melakukan penghentian sementara perdagangan saham PGUN pada hari Selasa (29/7/2025) lalu.
Pada pembukaan transaksi pada Senin (28/7/2025), saham PGUN melesat hingga 24,59 persen dengan nilai saham Rp 1.140.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono pun mengingatkan investor untuk tetap mencermati keterbukaan informasi emiten dan mempertimbangkan segala risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Akhirnya, BEI pun memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PGUN mulai Selasa pagi. Hal ini untuk melindungi kepentingan investor.
BEI kembali membuka perdagangan Rabu (30/7/2025) kemarin. Namun, saat dibuka saham langsung meroket menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Saham PGUN naik 25 persen atau naik 285 poin ke level Rp1.425 per lembar. Kenaikan tajam ini melanjutkan tren positifnya, di mana dalam sepekan terakhir saham ini telah melonjak 83,87 persen.
Pada Januari 2023, saham PGUN pernah menyentuh level tertinggi di Rp1.350 per lot. Sehingga nilai kepemilikan anak Haji Isam pun melonjak mencapai sekitar Rp5,94 triliun.
Berdasarkan laooran kinerja keuangan PGUN seperti yang dirilis BEI merilis kinerja keuangan pada Jumat (25/4/2025) disebutkan laba bersih PGUN naik signifikan tahun berjalan 883,76 persen menjadi Rp 45,45 miliar pada semester I-2025. Sedangkan pada periode sama tahun hanya Rp 4,62 miliar.
Rilis laporan kinerja keuangan itu juga disebutkan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih perseroan dari Rp 139,17 miliar menjadi Rp 175,69 miliar. Sebaliknya beban pokok penjualan justru turun dari Rp 115,47 miliar menjadi Rp 108,63 miliar.
PT Pradiksi Gunatama Tbk berdiri 1995 merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas ijin usaha mencapai 22.500 hektare (ha).
Saat ini luasan tertanam telah mencapai 12.800 ha dengan areal tanaman menghasilkan seluas 11.800 ha serta didukung satu unit Pabrik kelapa sawit kapasitas 60 ton per jam extendable ke 90 ton per jam.
Berdasarkan data BEI, Jhony Saputra dan Liana Saputri tercatat memiliki saham PGUN melalui dua entitas, yaitu PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya, dengan total kepemilikan mencapai 4,40 miliar saham atau sekitar 76,69 persen dari total saham beredar.
Jhony Saputra, pemuda Gen Z lulusan SMA Al Azhar Pusat tahun 2018, telah mengantongi berbagai pengalaman memimpin sejumlah perusahaan. Jhony juga tercatat sebagai pemilik sekaligus pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa sejak 2018, serta memiliki kepemilikan di PT Surya Mega Adiperkasa sejak 2020.
Secara rinci, pendapatan PGUN diperoleh dari penjualan minyak kelapa sawit senilai Rp332,19 miliar, naik 39,62 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp237,92 miliar. Sedangkan penjualan inti kelapa sawit juga tercatat naik 181,47 persen menjadi Rp52,40 miliar dari sebelumnya Rp18,61 miliar.
Sementara penjualan cangkang tercatat turun menjadi Rp571,13 juta dari sebelumnya Rp2,09 miliar. Berdasarkan pelanggan, penjualan terbesar PGUN adalah kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) yang merupakan perusahaan afiliasi perseroan, yang meningkat hingga 39,62 persen secara tahunan menjadi Rp332,19 miliar pada semester I/2025. (yr)
Baca juga : Harga Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI




