a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mendag Lepas Ekspor Rempah dan Madu UMKM Bali ke Hong Kong

Mendag Lepas Ekspor Rempah dan Madu UMKM Bali ke Hong Kong (dok Kemendag)

Mendag Lepas Ekspor Rempah UMKM Bali ke Hong Kong

30 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor produk rempah dan madu produksi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) asal Bali, CV Naralia Group yang berhasil menembus pasar Hong Kong untuk pertama kalinya.

Nilai ekspor perdana ke Hong Kong untuk produk rempah seperti vanili, kayu manis, pala; serta madu ini sebesar USD 350.000 atau setara Rp5,6 miliar.

Mendag Busan mengatakan, pelepasan ekspor kali ini menjadi momentum yang semakin mendorong perluasan akses pasar produk Indonesia.

“Saya mengapresiasi kontribusi seluruh jajaran CV Naralia Group terhadap peningkatan ekspor produk rempah dan madu Indonesia,” ungkap Budi di Denpasar, Bali, Selasa (29/7/2025).

Menurut Mendag, ekspor kali ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia siap dan mampu bersaing di pasar global.

“Saya harap, ekspor kali ini menjadi inspirasi dan penyemangat bagi UMKM lainnya untuk menjadi eksportir dan turut berkontribusi terhadap perekonomian,” ungkap Mendag Busan.

Budi menyebutkan, tren dan proyeksi permintaan global terhadap rempah diperkirakan tumbuh rata-rata 5 – 6 persen selama 2023 – 2028. Pertumbuhan ini diiringi peningkatan kesadaran konsumen global dalam menerapkan hidup sehat dan menggunakan produk berbahan alami.

Kesadaran akan kesehatan ini menjadi peluang nyata bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan ekspor rempah ke dunia.

Berkaca dari catatan tersebut, rempah Indonesia berpotensi besar untuk terus tumbuh di pasar global. Indonesia merupakan eksportir rempah ke-4 dunia setelah India, Vietnam, dan Tiongkok.

Produk rempah ekspor unggulan Indonesia, yaitu lada, cengkeh, dan pala. Ekspor rempah Indonesia ke dunia pada 2024 tercatat senilai USD 989,5 juta dengan tren pertumbuhan sebesar 1,94 persen dalam lima tahun terakhir.

Pelepasan ekspor rempah dan madu kali ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dan swasta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelepasan ekspor didukung Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, serta pemangku kepentingan terkait.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, Bali membuat transformasi perekonomian yang tidak bergantung pada sektor pariwisata. Ada beragam produk yang berpotensi diminati di pasar ekspor seperti kopi, garam, dan arak Bali.

“Kami fokus untuk mengembangkan produk dari hulu hingga hilir agar memiliki nilai tambah. Untuk itu, kami sangat mendukung produk-produk Bali untuk diekspor ke pasar global,” ujar Wayan Koster.

Gubernur juga berharap UMKM Bali tetap mengembangkan produk yang mencerminkan identitas bangsa dan budaya seperti penambahan aksara Bali pada kemasan.

Sementara itu, Direktur CV Naralia Group, Mulianingsih mengatakan, ekspor perdana ke Hong Kong kali ini menandai UMKM lokal Bali yang memiliki daya saing yang tinggi hingga buyer Hong Kong memiliki kepercayaan untuk membeli produk Indonesia.

Menurut Mulianingsih, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menembus pasar Hong Kong.

“Pelepasan ke Hong Kong hari ini menjadi momentum penting bagi kami karena ini menjadi ekspor perdana ke negara tersebut. Untuk dapat menembus pasar Hong Kong kami memerlukan pendekatanselama lima tahun,” jelas Mulianingsih.

Namun, kata Mulianingsih, dengan dukungan Kementerian Perdagangan dan kualitas produk yang baik, buyer Hong Kong memercayai dan melakukan pembelian dengan nilai transaksi Rp5,6 miliar.

Selain Hong Kong, CV Naralia Group juga telah mengekspor produknya ke11 negara, yaitu Australia, Fiji, Selandia Baru, Tahiti, Spanyol, Swedia, Hawaii, Amerika Serikat, Maladewa, Singapura, dan Malaysia. (fad)

Baca juga : Bappenas Sebut Kopi, Cokelat dan Rempah Jadi Unggulan di Masa Depan

Tags: Ekspor RempahMenteri Perdagangan

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bapanas Terus Pantau Harga Beras di Pasaran

Bapanas Terus Pantau Harga Beras di Pasaran

4 September 2025
Biomassa Sawit Raup Transaksi Rp1,04 Triliun di Jepang

Biomassa Sawit Raup Transaksi Rp1,04 Triliun di Jepang

15 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.