Perkebunanindonesia.com – Guna mendorong industri sawit berdaya saing dan ramah lingkungan, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) kembali menyelenggarakan Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) ke-9. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dan Inovasi untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan”.
Kegiatan dua tahunan ini menjadi forum ilmiah strategis yang mempertemukan peneliti, praktisi, akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan sektor keuangan.
PTKS 2025 menandai kembalinya semangat kolaborasi nasional dengan mencatat partisipasi 730 peserta yang berasal dari 224 perusahaan dan institusi, serta menghadirkan 36 narasumber dari berbagai bidang keahlian.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Aset Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi, yang mewakili Direktur Utama.
Agung mengungkapkan, penyelenggaraan PTKS 2025 merupakan komitmen untuk mengedukasi dan menginformasikan riset pelaku industri sawit.
Selain itu, faktor SDM juga penting bagi perkebunan sawit. Tidak hanya terfokus kepada teknisnya saja.
“Termasuk juga memperhatikan aspek sosial di sekitar kebun,” ujar Agung Setya.
Dalam sambutannya, Direktur PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo), Jatmiko K. Santosa, menekankan pentingnya inovasi sebagai fondasi keberlanjutan industri.
Pada kesempatan yang sama, Kepala PPKS, Dr. Winarna berharap, PTKS 2025 tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan inovasi, tetapi juga menjadi wahana membangun jejaring dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola kelapa sawit yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
“PTKS mengusung tema besar Transformasi Teknologi dan Inovasi untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan” sebagai refleksi atas tantangan dan peluang yang tengah dihadapi industri kelapa sawit Indonesia,” ujar Winarna dalam sambutannya, Rabu (16/7/2025).
Winarna menyebutkan, kegiatan ini dihadiri 36 narasumber dari berbagai bidang kepakaran yang akan membagi ilmu, pengalaman, inovasi hasil – hasil riset, dan paket teknologi dalam 9 sesi seminar.
PTKS 2025 dikemas dengan rangkaian berbagai kegiatan seminar dan talkshow menghadirkan berbagai inovasi mutakhir seperti teknologi digitalisasi kebun berbasis Internet of Things (IoT), varietas unggul tahan Ganoderma, pemupukan berbasis drone, hingga pendekatan agroforestry dalam praktik pertanian presisi.
Berbagai isu strategis juga dibahas seperti pengembangan bioenergi menuju B50, Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis sawit, serta program peremajaan sawit rakyat (PSR) dan kemitraan berkeadilan.
Sebagai bagian integral dari kegiatan ini, PTKS 2025 juga menyelenggarakan Pameran Teknologi dan Inovasi Industri Kelapa Sawit yang menampilkan 33 booth perusahaan lokal dan internasional.
Salah satu sorotan dalam pameran ini adalah hadirnya “Klinik Sawit”, sebuah layanan konsultasi gratis yang menghadirkan pakar-pakar PPKS dan mitra strategis untuk membantu menjawab permasalahan teknis lapangan.
Terselenggaranya PTKS 2025 juga tidak lepas dari dukungan Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) sebagai sponsor platinum.
Dukungan lain yakni PT Saraswanti Anugerah Makmur dan PT Sawit Sumbermas Sarana, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta PT Multi Niaga Nusantara Indonesia. (yr)




