Perkebunanindonesia.com – Minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) masih berkontribusi besar terhadap ekspor nonmigas selama Januari–Mei 2025.
“Ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan meningkat 16,53 persen dibanding Januari–Mei 2024 yang disumbang oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Selasa (1/7/2025).
Lebih lanjut Pudji mengatakan, jika dibandingkan dengan ekspor Mei 2024, ekspor industri pengolahan pada Mei 2025 mengalami peningkatan 20,40 persen yang disumbang peningkatan ekspor minyak kelapa sawit.
BPS menyebutkan, kinerja ekspor minyak sawit dan turunannya selama Januari – Mei 2025 mencapai 8,39 persen.
Jika dibanding tahun 2024 sebesar USD6,96 miliar, maka sumbangan ekspor minyak sawit tahun 2025 mencapai USD8,90 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 27,88 persen.
Sedangkan ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 59,46 persen disumbang peningkatan ekspor kopi.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2025 mencapai US$111,98 miliar atau naik 6,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$106,06 miliar juga naik 8,22 persen.
“Ekspor nonmigas Mei 2025 mencapai US$23,50 miliar, naik 11,80 persen dibanding Mei 2024,” papar Pudji.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Mei 2025, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$3,12 milyar (33,09 persen).
Ekspor nonmigas Januari–Mei 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$24,25 miliar, disusul Amerika Serikat US$12,11 miliar, dan India US$7,28 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,16 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$21,48 miliar dan US$7,76 miliar.
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2025 naik 16,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 49,82 persen.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2025 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$15,40 miliar (13,76 persen), diikuti Jawa Timur US$11,07 miliar (9,89 persen) dan Kepulauan Riau US$10,09 miliar (9,01 persen).
Nilai ekspor Indonesia periode Januari–Mei 2025 naik 6,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yaitu dari US$104.673,7 juta menjadi US$111.977,4 juta.
Peningkatan ekspor Januari–Mei 2025 dibanding periode tahun lalu disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 8,22 persen dari US$98.004,8 juta menjadi US$106.059,4 juta.
Ekspor nonmigas naik 11,80 persen menjadi US$23.502,8 juta. Dari sepuluh komoditas, sebagian besar komoditas mengalami peningkatan nilai ekspor dibanding Januari–Mei 2024, dengan peningkatan tertinggi pada lemak dan minyak hewani/nabati US$3.124,1 juta (33,09 persen). (fad)




