ST PETERSBURG, perkebunanindonesia.com – Indonesia dan Rusia terus tingkatkan kerjasama pada sektor petanian, di antaranya peningkatan investasi pada komoditas gula dan perluas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Hal tersebut terungkap saat pertemuan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam kunjungannya di Istana Konstantin, St. Petersburg, Kamis (19/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Federasi Rusia, Oksana Nikolaevna Lut dan Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, secara khusus membahas sejumlah hal strategis terkait pertanian.
Kedua menteri pertanian itu membahas sejumlah hal strategis, antara lain: pertama, peningkatan investasi di sektor gula melalui kemitraan Indonesia-Rusia. Kedua, peningkatan volume ekspor CPO Indonesia ke pasar Rusia.
Ketiga, rencana pembangunan industri pupuk bersama sebagai bagian dari kerja sama ketahanan pangan. Keempat, pembukaan akses untuk impor daging dari Rusia ke Indonesia, serta kelima, penguatan kerja sama teknis dan riset pertanian berbasis teknologi.
Menteri Pertanian Federasi Rusia, Oksana Nikolaevna Lut, pun secara resmi mengundang Mentan Andi Amran Sulaiman, untuk melakukan kunjungan khusus ke Rusia pada Oktober 2025. Undangan ini disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral antara kedua Presiden yang didampingi masing-masing menteri pendamping di Istana Presiden Putin.
Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan kenegaraan yang digelar di Istana Konstantin, St. Petersburg, menyatakan komitmen Rusia untuk memperluas kerja sama strategis dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pertanian, eksplorasi luar angkasa, energi, dan pertahanan.
“Kami banyak mengembangkan kerja sama di bidang pertanian, penjelajahan luar angkasa, energi, serta militer dan teknis. Ada banyak peluang dan kami memiliki kapasitas untuk berkembang bersama,” ujar Presiden Putin.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif dan penuh potensi, terutama di bidang ekonomi.
“Hubungan kita meningkat terus. Saya melihat banyak kemajuan di berbagai sektor. Ekonomi membaik, kerja sama semakin luas dan produktif,” tegas Presiden Prabowo.
Kunjungan Mentan Amran ke Rusia pada Oktober 2025 mendatang diharapkan menjadi momentum untuk menindaklanjuti komitmen kerja sama konkret yang telah dibahas, sekaligus membuka jalan bagi terbangunnya industri pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan. (sat)




