a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

Teknologi Perbenihan Pilar Penting dalam Keberlanjutan Sawit

23 Oktober 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Teknologi perbenihan maju dan pengelolaan tanah presisi menjadi dua pilar penting dalam menjaga keberlanjutan sawit Indonesia,

“Teknologi perbenihan maju dan pengelolaan tanah presisi menjadi dua pilar penting dalam menjaga keberlanjutan sawit Indonesia,” ungkap

Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Setiari Marwanto, dikutip Rabu (22/10/2024).

Setiari mengatakan, kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Namun, lanjut Setiari, kesenjangan antara hasil aktual dan potensi tanaman menjadi tantangan utama yang harus dijawab dengan pendekatan ilmiah dan inovatif.

Menurut Setiari, riset perbenihan unggul akan menentukan arah masa depan industri sawit yang adaptif terhadap perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya lahan.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN Puji Lestari menambhkan, riset kelapa sawit harus mendapat dukungan penuh karena perannya yang sangat strategis dalam ekonomi nasional.

“Produktivitas sawit kita masih jauh dari potensi genetiknya,” tegas Puji dalam webinar EstCrops_Corner#20.

Untuk itu, lanjut Puji, riset dan inovasi berperan penting dalam menciptakan sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan.

Puji menyoroti bahwa pengelolaan lahan berbasis Best Management Practices (BMP), seperti pemupukan 4T (tepat jenis, dosis, waktu, dan tempat), penggunaan pupuk organik, biochar, serta konservasi tanah dan air, terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Namun, kata Puji, tantangan sosial-ekonomi di tingkat lapangan masih menjadi kendala signifikan.

“Lemahnya kelembagaan petani, rendahnya adopsi teknologi, dan fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) menjadi hambatan utama yang harus kita jawab dengan kolaborasi riset dan kebijakan yang kuat,” ujar Puji.

Puji juga menekankan pentingnya inovasi bahan tanam unggul. Program pemuliaan, teknik kultur jaringan, serta penerapan bioteknologi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru.

“Kualitas bahan tanam menentukan daya saing industri sawit nasional. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar inovasi ini dapat diimplementasikan secara luas,” terang Puji.

Keterbatasan lahan subur akibat alih fungsi lahan dan meningkatnya laju deforestasi menjadi tantangan utama dalam peningkatan produktivitas sawit.

Lahan kering masam sendiri tersebar luas di Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatera. Jenis tanah seperti Ultisols, Oxisols, dan Inceptisols mendominasi kawasan ini, dengan karakteristik alami yang masam, miskin hara, berstruktur lemah, dan rentan erosi.

Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa LKM berpotensi besar untuk dioptimalkan melalui pendekatan intensifikasi. (far)

Tags: BRINsawittbs

Related Posts

Kementan Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan

Kementan Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan

3 Agustus 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) siapkan benih yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat sesuai potensi wilayah masing-masing...

Mentan akan Tindak Tegas Produsen Benih yang Melanggar Aturan

Mentan akan Tindak Tegas Produsen Benih yang Melanggar Aturan

17 Juni 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pastikan pihaknya akan menindak tegas produsen dan penyalur benih...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Percepat Wujudkan Swasembada Gula melalui Bongkar Ratoon

Kementan Percepat Wujudkan Swasembada Gula melalui Bongkar Ratoon

29 Oktober 2025
GAPKI Sinergi dengan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan

GAPKI Sinergi dengan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan

21 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.