a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pertama di Dunia

Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pertama di Dunia

9 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 Juli 2026. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan Biodiesel B50,” ucap Presiden seraya menekan tombol sirine tanda peresmian, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya Presiden Prabowo mengungapkan, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50.

Menurut Presiden, pencapaian tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan teknologi, tetapi juga menjadi bukti kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50,” tegas Prabowo.

“Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” tambah Presiden.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa implementasi Biodiesel B50 telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memimpin upaya pengurangan emisi karbon dengan capaian penurunan emisi sebesar 44 juta ton karbondioksida (CO₂) ekuivalen.

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mendorong transisi energi melalui implementasi Biodiesel B50 telah membawa Indonesia makin diperhitungkan di tingkat global.

Sementara itu Menteri Bahlil menegaskan bahwa peluncuran Biodiesel B50 merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi.

Menurut Bahlil, implementasi program tersebut juga berhasil mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan B50, tapi kita juga mengambil suatu langkah besar menuju Indonesia yang makin berdaulat di sektor energi sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Menteri Bahlil.

Menteri Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi solar nasional selama ini mencapai sekitar 38 hingga 40 juta kiloliter per tahun, dengan impor produk solar berkisar 3 hingga 4 juta kiloliter setiap tahun. Melalui implementasi mandatori Biodiesel B50, Indonesia kini tidak lagi mengimpor produk solar.

“Awalnya kita itu masih impor kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita dan ini adalah pertama kali,” ungkap Balil. (har)

Tags: B50BiodiselPresiden Prabowo Subianto

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Perkuat Hilirisasi Sarang Burung Walet Nasional

Kementan Perkuat Hilirisasi Sarang Burung Walet Nasional

27 April 2025
Penutupan SIEXPO 2026, Menteri Bappenas Sebut Hilirisasi Sawit Membawa Bermanfaat Bagi Seluruh Rakyat

Penutupan SIEXPO 2026, Menteri Bappenas Sebut Hilirisasi Sawit Membawa Bermanfaat Bagi Seluruh Rakyat

10 Agustus 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.