a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pengembangan Hilirisasi Sagu Perlu Didukung Riset dan Inovasi

Pengembangan Hilirisasi Sagu Perlu Didukung Riset dan Inovasi

1 Juni 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memdorong pengembangan hilirisasi sagu perlu didukung riset, inovasi, kemitraan strategis, dan kolaborasi agar menjadi agroindustri yang berdaya saing tinggi.

Kepala Pusat Riset Agroindustri, BRIN, Taufik Hidayat mengungkapkan, sagu adalah komoditas lokal Indonesia dengan potensi besar sebagai pangan dan bahan baku industri non-pangan, seperti biomaterial dan farmasi.

“Untuk itu Pengembangan hilirisasi sagu perlu didukung riset, inovasi, kemitraan strategis, dan kolaborasi agar menjadi agroindustri yang berdaya saing tinggi,” ujar Taufik dalam webinar Agroinfuture, seperti dikutip Sabtu (31/5/2025).

Taufik berharap akan terjadi transformasi, terobosan, dan pendekatan baru dalam membangun sistem hilirisasi produk pertanian, khususnya sagu, yang kokoh dan berkelanjutan.

Menurut Taufik, sistem ini harus didorong oleh riset dan inovasi yang unggul. Hilirisasi tersebut juga bersifat inklusif, disertai pendampingan yang memadai, melibatkan mitra strategis, serta dilakukan melalui kolaborasi yang erat.

“Implementasi bersama dapat diwujudkan guna membangun agroindustri sagu yang memiliki daya saing tinggi,” ujar Taufik.

Perekayasa Ahli Madya PRA BRIN, Sabirin menuturkan, riset dan pengembangan pati sagu menjadi Partially Pregelatinized Sago Starch sebagai ingredien dan aplikasinya telah dilaksanakan oleh PRA-BRIN pada tahun 2022 hingga 2025.

Proses pembuatannya, lanjut Sabirin, dimulai dari bahan baku pati sagu yang diekstrusi dengan pengaturan suhu, kadar air, dan kecepatan ulir tertentu hingga sebagian tergelatinasi.

Kemudian, kadar air diturunkan melalui penjemuran hingga mencapai tingkat yang diinginkan.

Selanjutnya produk ini dihaluskan dan dianalisis menggunakan unit ekstruder (mini twin screw Extruder Rheomex PTW 24), mixer, Fourier Transform Infrared (FTIR), Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), dan peralatan lainnya.

“Hasil riset ini telah dipatenkan pada 31 Juli 2023, memperoleh lisensi dengan pihak swasta pada 18 November 2024, dan dipublikasikan dalam Jurnal Food Measurement and Characterization pada 4 April 2024,” ungkap Sabirin.

Direktur PT Bangka Asindo Agri Fidrianto mengatakan, hingga kini belum ada lembaga yang dapat mensertifikasi sagu sebagai produk organik.Hal ini merupakan tantangan bagi BRIN.

“Saat ini, saya masih menggunakan label natural, karena permintaan terhadap produk berlabel organik dari luar negeri sangat tinggi, terutama saat mengikuti pameran,” jelas Fidrianto.

Menurut Fidrianto, potensi sagu dari Sumatra hingga Papua sangat besar. Pabrik di Papua dan Bangka menjadi model pengelolaan yang sukses, dengan pengolahan singkong menjadi pati tapioka dan sagu menjadi pati sagu. (far)

Tags: BRINHilirisasiRisetSagu

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Perkebunan

Kementan Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Perkebunan

4 Maret 2026
Tyto Alba, Predator Alami Tangkal Hama Tikus di Lahan Pertanian

Tyto Alba, Predator Alami Tangkal Hama Tikus di Lahan Pertanian

2 Mei 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.