a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan Tegaskan Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET

Mentan Tegaskan Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET

11 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus sama dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh Indonesia.

“Kami cek, kemarin katanya harga sampai Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp15 ribu. Sekarang beras sudah ada di gudang, stok baik. Tidak boleh lagi ada cerita harga Rp25 ribu, Rp17 ribu,” tegas Mentan Amran dikutip Selasa (11/8/2026).

Mentan Amran memerintahkan Bulog dan jajaran terkait menjaga stok serta memastikan tidak ada lagi lonjakan harga hingga Rp17 ribu – Rp30 ribu per kilogram akibat persoalan pasokan dan distribusi di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Alor.

Menurut Amaran, kuatnya stok beras nasional harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga wilayah kepulauan melalui pasokan yang cukup dan harga yang terjangkau.

“Gudang kami minta dipenuhi. Jangan sampai nanti ada kekosongan stok saat masyarakat membutuhkan beras,” kata Amran.

Menurut Mentan Amran, pemerintah memiliki kekuatan stok yang memadai untuk melakukan intervensi ketika terjadi kenaikan harga. Karena itu, beras yang tersedia harus segera dialirkan ke masyarakat ketika dibutuhkan, termasuk melalui pelaksanaan pasar murah.

“Kalau ada yang membutuhkan beras, keluarkan ke pasar. Lakukan pasar murah di mana dibutuhkan,” katanya.

Mentan Amran menyiapkan intervensi untuk memperkuat produksi pangan masyarakat agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah secara bertahap dapat dikurangi.

Pemerintah memberikan dukungan benih padi untuk pengembangan hingga 3.000 hektare serta pengembangan jagung seluas 3.000 hektare.

“Yang sekarang, beras sudah masuk. Yang kedua benih padi. Tadi minta, kami kasih untuk 3.000 hektare. Kemudian jagung juga 3.000 hektare,” ujar Amran.

Dukungan produksi tersebut akan diperkuat dengan penyediaan alat dan mesin pertanian serta pompa pada wilayah yang memiliki sumber air.

Mentan Amran menilai pengembangan padi dan jagung menjadi solusi yang dapat memberikan hasil relatif cepat bagi masyarakat karena dapat dipanen dalam hitungan bulan.

Di Jakarta beras premium seharga Rp 74.500 per 5 kilogram sejak sebulan menghilang di pasaran, terutama di mini market. Sedangkan beras seharga Rp 89.000 – Rp 104.500 per 5 Kg tersedia melimpah.

“Saya dengar pemerintah bilang sudah swasembada beras. Tapi kok harga beras yang 74.000 rupiah sudah susah ditemukan sejak sebulan ini,” ungkap Indarto, warga Jatiwaringin, Kota Bekasi. (sat)

Tags: BerasMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Sebut Beras Food Station tak Sesuai Standar

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Praktik Mafia Pangan

24 Mei 2026
Segmen Sawit Masih Jadi Kontributor Utama Pendapatan DSNG

Empat Emiten Sawit Terdepak dari Indeks Global MSCI

13 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.