a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan Amran Dorong Nilai Ekspor Kopi Tembus Rp100 Triliun

Mentan Amran Dorong Nilai Ekspor Kopi Tembus Rp100 Triliun

15 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendorong nilai ekspor kopi Indonesia tembus Rp 100 triliun. Saat ini nilai ekspor kopi Indonesia mencapai sekitar Rp 40 triliun.

“Sekarang nilai ekspor kopi kita sudah mencapai sekitar Rp 40 triliun. Ke depan harus kita dorong menjadi Rp 100 triliun, bahkan kalau bisa Rp200 triliun. Potensinya sangat besar,” tegas Mentan Amran dalam keteranganya dikutip Rabu (15/7/2026).

Mentan Amran menyebut, tren kenaikan harga kopi yang kini mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram, dibandingkan sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram, menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Karena itu, tambah Amran, pemerintah akan terus memperkuat produksi sekaligus memperbaiki tata niaga agar nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh petani.

Lebih lanjut Mentan menuturkan, pihaknya tengah memastikan kualitas bibit kopi akan menjadi fondasi peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat posisi Kopi Gayo di pasar dunia.

Menurut Amran, bibit unggul merupakan faktor utama untuk menghasilkan kebun produktif yang mampu meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.

Mentan juga mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pengembangan kopi di Aceh seluas sekitar 17 ribu hektare dengan total 17 juta batang bibit kopi. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan pekebun hingga Rp 4 triliun.

“Insyaallah tahun depan kita tingkatkan lagi. Yang penting tanaman ini dirawat dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujar Amran.

Menurut Mentan Amran, besarnya potensi Kopi Gayo tidak hanya terlihat dari kualitasnya, tetapi juga dari pengakuan dunia terhadap komoditas unggulan asal Aceh tersebut.

“Kopi ini sudah mendunia. Saya masih ingat ketika melakukan kunjungan ke Meksiko dan Argentina, saya bertemu Presiden Amerika Serikat ke-42 Bill Clinton. Yang dibahas justru Kopi Gayo. Saya terharu karena itu menunjukkan Kopi Gayo benar-benar sudah dikenal dunia. Karena itu kita harus terus membantu petani kopi, termasuk di Aceh,” ujarnya

Amran mengatakan, penguatan sektor hulu melalui penyediaan bibit berkualitas menjadi langkah strategis untuk memperbesar produksi sekaligus meningkatkan daya saing Kopi Gayo di pasar internasional.

Mentan optimistis komoditas unggulan Aceh tersebut mampu menjadi salah satu motor penggerak ekspor perkebunan nasional. “Bagaimana Kopi Gayo menggetarkan dunia. Bila perlu seluruh dunia mencicipi Kopi Gayo,” tukasnya.

Mentan Amran menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan penguatan sistem ekspor nasional agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar global. Melalui sistem tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi mampu menjadi penentu harga berbagai komoditas unggulan, termasuk kopi.

“Kita ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Mentan Amran memastikan pemerintah akan melanjutkan dukungan pengembangan Kopi Gayo pada tahun depan. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci agar Aceh semakin kokoh sebagai salah satu sentra kopi terbaik dunia. (sat)

Tags: kopi gayoMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50

Pemerintah akan Wajibkan Perusahaan Sawit Penuhi Kebutuhan B50

14 Oktober 2025
Hilirisasi di Maluku Utara Fokus pada Kelapa

Hilirisasi di Maluku Utara Fokus pada Kelapa

29 Oktober 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.